Breaking News:

Maluku Terkini

Jualan Embal dan Kacang Botol, Mama Yani Bawa Empat Anaknya ke Perguruan Tinggi

Lapaknya cukup kecil, terisi penuh dengan Embal yang disusun rapi diatas rak kayu.

Penulis: Risman Serang | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Risman Serang
Mama Yani, Penjual Embal dan Kacang Botol di Pasar Masrum, Kota Tual 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com Risman Serang

TUAL TRIBUNAMBON.COM - 19 tahun sudah, perempuan paroh baya ini setia menunggui lapaknya di kawasan Pasar Masrum, Kota Tual.
Ialah Nuryani Taurotubun, penjualan Embal dan Kacang Botol, kudapan khas Kota Tual.

Lapaknya cukup kecil, terisi penuh dengan Embal yang disusun rapi diatas rak berbahan kayu.

Di etalase depan juga rapi terisi kacang botol.

Karena tidak mudah rusak, perempuan yang akrab disapa Mama Yani ini berani penuhi seisi lapaknya dengan embal dan kacang botol.

Meski tidak sendiri menjajakan kudapan berbahan singkong dan kacang yang diasinkan itu, Mama Yani yakin akan rezekinya.

Dua dari empat anaknya berhasil menyelesaikan belajar di bangku perguruan tinggi.

Dua tersisa masih belajar di kampus ternama di Jawa Timur.

Itu menjadi pembuktiannya, dengan upaya dan sabar.

"Hasil dari penjualan embal kacang dan kacang botol, saya dapat sekolahkan anak 4 orang di perguruan tinggi bahkan dua sudah wisuda," kata Mama Yani kepada TribunAmbon.com, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Gihon Marell dan Eno Smaper Rilis Lagu, Belum Sehari Sudah 15 Ribu Kali Ditonton

Baca juga: Pelayanan Publik di Ambon Terbaik se-Maluku, Ombudsman Beri Penghargaan

Mama Yani mengaku pendapatannya tidak seberapa, namun dia selalu menyisikan hampir separoh pendapatan untuk ditabung buat biaya pendidikan.

Embal yang dijualnya dikemas per 25 potong untuk satu kemasan.

Dijual seharga Rp 15 ribu per 3 kemasan.

Rerata dia bisa menjual kurang dari 20 kemasan setiap harinya, belum terhitung kacang botol.

Dia sendiri membuka lapaknya sejak pukul 07.00 pagi hingga malam.

"Biasanya ramai saat kapal Pelni masuk, jadi bisa jualan sampe pukul 03.00 dini hari," ujarnya.

Saat jualan malam hari, Mama Yani selalu ditemani suaminya, bergantian jika lelah datang.

Dia pun sangat mensyukuri apa yang dijalaninya, karena kerja kerasnya anaknya bisa belajar hingga perguruan tinggi.

"Pendidikan anak sangat penting, " tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved