Breaking News:

Maluku Terkini

Suharto: Polisi Hutan Taman Manusela Perlu Senjata Api

Polisi Hutan Taman Manusela sangat membutuhkan senjata api ketika sedang dinas di lapangan.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Lukman Mukaddar
Polisi Hutan Manusela usai upacara HUT Polhut ke-55 di Balai Taman Nasional Manusela, Jalan Kelang No.1, Kelurahan Namaelo, Kota Masohi, Maluku Tengah, Selasa (21/12/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Kepala Polisi Hutan Balai Taman Manusela, Suharto Ismail, mengatakan anggotanya sangat membutuhkan senjata api ketika sedang dinas di lapangan.

Hal tersebut disampaikan usai Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Polhut ke 55 di Halaman Kantor Balai Taman Manusela, Jalan Kelang No.1, Kelurahan Namaelo, Kota Masohi, Maluku Tengah, Selasa (21/12/2021) kemarin.

Selain senjata api, dirinya juga berharap pihaknya bisa punya gudang penyimpanan sendiri.

Selama ini katanya, pihaknya masih menitipkan senjata di gudang penyimpanan milik Polres Maluku Tengah.

Namun senjata itupun bukan milik Polhut, melainkan punya Balai Konservasi Alam (BKSDA) Maluku di Masohi.

"Polhut masih kekurangan sarana dan prasarana senpi," kata Suharto.

Baca juga: Akui Keahlian Ririmasse, Louhenapessy Tugaskan Sekot Ambon Benahi Disdukcapil

Baca juga: Stok Minyak Tanah di Tual Aman hingga Tahun Baru

Selain untuk melindungi masyarakat, senjata api juga dibutuhkan untuk melindungi diri sendiri. Meskipun demikian, dia memastikan tidak di setiap aktifitas pekerjaan anggotanya selalu dibekali senjata api. 

Suharto mengaku, selama ini para pemburu liar dan pelaku kejahatan satwa tidak takut kepada polisi hutan, disebabkan mereka tidak mempunyai perangkat untuk melakukan penindakan.

"Senpi sampai sekarang belum ada untuk taman nasional. Kalau di tempat lain sudah ada. Hal itu yang menjadi kendala teman-teman di lapangan. Masih merasa sedikit ketakutan melaksanakan tugas," jelasnya.

Dikatakan, saat ini pihaknya milik 10 pucuk senjata namun itu masih status punya orang.

"Sulitnya bagi kami itu karena kalau mau ngambil itu harus butuh surat izin dulu dan sebagainya jadi agak ribet saja," ujar dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved