Breaking News:

Maluku Terkini

Anggur Laut di Kepulauan Kei Diolah Jadi Produk Kecantikan

Kepulauan Kei tak hanya dikenal sebagai wisata pasir panjang yang terhalus di dunia, tetapi juga punya kulinet yang patut dicoba oleh pelancong.

Penulis: Risman Serang | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Risman
Anggur Laut atau Lat di Kepulauan Kei diolah jadi produk kecantikan. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com Risman Serang

TUAL TRIBUNAMBON.COM - Kepulauan Kei tak hanya dikenal sebagai wisata pasir panjang yang terhalus di dunia, tetapi juga punya kulinet yang patut dicoba oleh pelancong.

Lat atau yang sering dikenal sebagai anggur laut kini diolah jadi berbagai macam bahan yaitu lulur, sabun pencuci muka, selai Lat dan permen jelly.

Semua itu terbuat dari satu bahan yaitu Lat.

Hal itu diungkapkan salah seorang dosen, Dr. Alfonsina M Tapotubun. M.P, berdasarkan hasil riset dan penelitaian Fakultas Perikanan dan Keluatan Unpati, di Kei.

"Banyak orang yang mengenal khasiat apa saja yang terkandung dalam Anggur Laut ini, buat kecantikan dan untuk di jadikan salei dan bahan lainnya," ungkap Alfonsina M Tapotubun.

Menurut Alfonsina Tapotubun, makanan ini sebanarnya diincar dunia saat ini.

Seperti Jepang, China dan Korea yang menyebutnya sebagai makanan kecantikan.

"Di Kei tuan rumah sendiri belum terlalu eksplor anggur laut itu, pada hal ini makan yang di incar dunia sebagai makanan kecantikan," ucap Tapotubun kepada TribunAmbon.com saat di wawancarai Senin (20/12/2021)

Tapotubun mengatakan, di Kepulauan Kei rata-rata punya pantai yang menghasilkan anggur laut, terutama di Desa Letman, kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara.

"Rata-rata di Kepualaun Kei punya pantai yang menghasilkan anggur laut, tetapi Ohoi Letman yang punya anggur laut paling banyak yang sering di temukan sepanjang tahun," sebut Tapotubun.

Taputubun menyebutkan, produk yang di hasilkan mulai dari 2012, dan pelatihannya 2012 dan ini tahun terakhir kita telah menghasilkan UKM dari Ohoi Ngilngof sendiri.

"Karena kita telah melatih masyarakat untuk mengelola, menjadi jus Lat itu sendiri dari hasil penelitan Universitas Pattimura di Ohoi Ngilngof, yang menghasilkan Salei dan di aplikasikan di Embal lor Salei Lat," kata Taputubun.

Senada dengan itu, Ir. Theodora E.A.A. Matrutty M.Si menyebutkan, bukan hanya Anggur Laut atau Lat saja yang bisa diproses menjadi produk layak guna, melainkan sisik ikan juga bisa dibuat menjadi kerajinan tangan.

"Kita membuat kerajinan tangan dari sisik ikan Kaka Tua, dan dan sering yang kita buat itu kakap merah, kita buat menjadi anting dan kalung," sebut Theodora E.A.A. Matrutty.

Matrutty berharap, dari hasil penilitian dari Fakultas Perikanan ini bisa menjadi bahan yang bersaing di kancah nasional.

"Kita berharap dari hasil penelitian ini bisa di teruskan oleh masyarakat Ohoi Ngilngof dan UMKM di desa wisata Ngilngof," tutup Matrutty.(*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved