Breaking News:

Ambon Terkini

Massa Aksi Pengungsi Pelauw Sampaikan 5 Poin Tuntutan Ini di Balai Rakyat Karang Panjang Ambon

Mereka mengancam, kelima poin tuntutan itu harus diindahkan DPRD Maluku hari ini juga. Jika tidak, massa aksi ini akan melakukan aksi protes dengan c

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Mesya Marasabessy
Warga Pelauw, Maluku Tengah, melanjutkan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Maluku, Kamis (9/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ini lima poin tuntutan massa aksi pengungsi Pelauw di Balai Rakyat Karang Panjang Ambon.

Poin tuntutan ini disampaikan langsung di depan Ketua Komisi II DPRD Maluku, Saudah Tuankotta Tethool.

Adapun lima poin tuntutan massa aksi ini yakni;

1. Meminta presiden RI dan Mendagri untuk mengintervensi penyelesaian konflik Pelauw
2. Mendesak DPRD Maluku memanggil Bupati Malteng dan Kepala Pemerintah Negeri Pelauw yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Maluku untuk memulangkan pengungsi sesuai UU No 24 Tahun 2007 Tentang Bencana dan UU No 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial
3. Mendesak DPRD Maluku Gubernur Maluku, Pangdam XVI Pattimura, Kapolda Maluku dan Bupati Malteng untuk mencari solusi terkait UU No 24 Tahun 2007 Tentang Bencana dan UU No 7 Tahun 2012 Tentang Penanganan Konflik Sosial
4. Menuntut DPRD Maluku, Gubernur Maluku, Bupati Malteng, DPRD Malteng harus proaktif dalam penyelesaian konflik sosial Pelauw, juga sebagai mediator dan fasilitator dalam mempertemukan kedua belah pihak dalam satu meja perundingan secara resmi sesuai UU yang berlaku.
5. Menuntut harus ada upaya dan solusi konkrit serta langkah konkrit dari DPRD Maluku dan Gubernur Maluku untuk memulangkan.

Mereka mengancam, kelima poin tuntutan itu harus diindahkan DPRD Maluku hari ini juga.

Jika tidak, massa aksi ini akan melakukan aksi protes dengan cara pendudukan tahan lama di Kantor DPRD Maluku.

“Dalam rangka evaluasi penanganan pengungsi Pelauw yang telah memasuki satu dekade, dengan ini kami akan melakukan aksi pendudukan tahan lama sebagai bentuk penuntutan tanggung jawab negara,” kata salah satu orator.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved