Breaking News:

Ambon Terkini

Pengadilan Agama Ambon Diminta Objektif Tetapkan Ahli Waris

Demikian disampaikan Iwan Saleh Limba, anak kandung dari Almarhum Nasir Limba yang tidak setuju dengan hasil Penetapan Ahli Waris (PAW) yang diputuska

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Mesya
Iwan Saleh Limba saat diwawancarai TribunAmbon.com, Jumat (3/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pengadilan Agama Ambon diminta objektif dalam menetapkan ahli waris.

Demikian disampaikan Iwan Saleh Limba, anak kandung dari Almarhum Nasir Limba yang tidak setuju dengan hasil Penetapan Ahli Waris (PAW) yang diputuskan pengadilan.

“Saya hanya minta keadilan karena penetapan ahli waris ini nampaknya tidak netral,” kata Iwan Saleh Limba kepada TribunAmbon.com, Jumat (3/12/2021) pagi.

Ia menerangkan, bapaknya Nasir Limba mempunyai dua isteri.

Isteri pertama Era Limba, yakni ibu kandungnya dan isteri kedua Sri Iryani Maridin.

Menurutnya, saat ia mengusulkan PAW, pengadilan meminta dirinya untuk juga harus melibatkan anak-anak dari isteri kedua bapaknya sebagai ahli waris.

Namun berselang waktu, anak-anak dari isteri keduanya juga mengajukan PAW, namun tidak mencantum namanya selaku ahli waris yang sebenarnya.

Dalam pengusulan tersebut, ternyata berselang tujuh hari berikutnya pengadilan langsung menetapkan nama-nama ahli waris yang kesemuanya adalah anak-anak dari isteri kedua.

“Masa saat saya ajukan PAW mereka meminta saya melibatkan anak-anak dari isteri kedua bapak saya tapi saat anak dari isteri kedua mengajukan PAW mereka tidak meminta untuk mencantumkan nama saya di ahli waris padahal saya anak kandung dari isteri pertama bapak saya yang menikah sah baik secara agama maupun negara,” ungkapnya.

“Bahkan dalam dokumen-dokumen yang diusulakan itu mereka lakukan pemalsuan dokumen karena nomor KK yang dipakai mereka itu adalah nomor KK bapak dan ibu saya. Jadi KK mereka itu tidak asli dan saya juga sudah melaporkan ini ke pihak kepolisian dengan tuduhan penggelapan dokumen,” imbuh Iwan.

Dari masalah ini, ia hanya meminta pengadilan harusnya objektif dan tidak lalai dalam menangani masalah penetapan ahli waris.

“Nomor KK sama saja masa tidak diperhatikan dan bahkan tidak melibatkan saya. Padahal kami ke pengadilan untuk meminta keadilan tapi hasilnya malah seperti ini,” cetusnya.

Ditanya terkait apakah keputusan ini akan ada pengajuan naik banding, ia mengaku tentu akan mencoba.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved