Breaking News:

Korupsi di Maluku

Sempat Heboh Sidang Tanpa Status Tersangka, Oddie Orno Dituntut 2 Tahun Penjara

Ketiganya yakni mantan Kadis Perhubungan MBD Desianus Orno alias Oddie Orno, Kontraktor Pengadaan Barang Margareth Simatauw serta Pejabat Pelaksana

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku menuntut dua tahun penjara bagi tiga terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan empat unit speedboat milik dinas Perhubungan Kabupaten MBD, Kamis (2/12/2021) sore.

Ketiganya yakni mantan Kadis Perhubungan MBD Desianus Orno alias Oddie Orno, Kontraktor Pengadaan Barang Margareth Simatauw serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rico Kontul.

"Memohon majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada tiga terdakwa masing-masing selama tiga tahun penjara," kata JPU, Achmad Atamimi saat persidangan di Pengadilan Tipikor Ambon.

Tak hanya pidana badan, JPU juga menuntut para terdakwa dengan membayar denda masing-masing sebesar Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa menyebut hal yang meringankan tuntutan kepada terdakwa yakni ketiganya berlaku sopan di persidangan.

Sementara hal memberatkan yaitu tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Usai membacakan tuntutan, Majelis Hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

Baca juga: Divonis 6 Tahun, Adrianus Sihasale Ajukan Banding

Baca juga: Jenderal TNI Andika Perkasa Akan Kunjungi Maluku Pekan depan

Kasus adik Wakil Gubernur Maluku ini sempat menghebohkan masyarakat.

Pasalnya sebelum jalani sidang pokok perkara, Oddie Orno telah memenangkan Praperadilan.

Ketua Hakim, Lucky Rombot membatalkan status tersangka yang diberikan kepada Orno.

Diketahui, kasus ini terkuak atas dugaan empat unit speedboat yang diadakan Dinas Perhubungan MBD merupakan barang bekas.

Dugaan itu diperkuat setelah satu dari empat speedboat tenggelam di Pantai Tiakur, ibu kota MBD.

Dari hasil pemeriksaan BPK RI, dana pembuatan empat unit speedboat sudah cair 100 persen sejak pertengahan 2016 lalu.

Namun hingga Maret 2017 tak ada barang itu. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved