Breaking News:

Nasional

KPI: Indeks Kualitas Program Siaran Televisi Periode 2 Tahun 2021 Naik Jadi 3,13

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merilis hasil riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi periode kedua tahun 2021. Berdasarkan riset, indeks kuali

Editor: Adjeng Hatalea
Pixabay
Ilustrasi televisi. 

JAKARTA, TRIBUAMBON.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merilis hasil riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi periode kedua tahun 2021. Berdasarkan riset, indeks kualitas program siaran televisi pada periode ini yaitu 3,13.

Koordinator Penelitian dan Pengembangan KPI Andi Andrianto mengatakan, indeks kualitas ini naik dari periode pertama sebesar 3,09.

"Pada periode ini, hasil indeks naik, dari tahun 2021 periode pertama 3,09 menjadi 3,13. Kami berikan apresiasi kepada stasiun televisi kita, mudah-mudahan kualitas ini bisa dipertahankan," kata Andi dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Kamis (2/12/2021).

Andi memaparkan, ada delapan kategori program televisi yang dinilai. Ia mengatakan, sebanyak lima kategori program telah mencapai standar KPI, yaitu dengan indeks minimal 3,00.

Kelima program tersebut yaitu wisata dan budaya (3,62), religi (3,49), anak (3,32), serta berita dan talkshow (3,24). "Sudah ada lima yang berkualitas, yaitu religi, anak, berita, talkshow, dan wisata dan budaya," tuturnya.

Sementara itu, tiga program dengan indeks terendah adalah variety show (2,92), infotainment (2,62), dan sinetron (2,59). Andi mengatakan, ada sejumlah catatan bagi ketiga program tersebut.

Dia mengungkapkan, untuk program infotainment, beberata catatannya yaitu mengenai perlindungan hak privasi dan perkembangan psikologis terhadap anak dan remaja.

Kemudian, untuk program sinetron, banyak mengandung kata-kata kasar dan serta mempertontonkan hal-hal yang melanggar norma kesopanan.

"Variety show juga belum berkualitas. Isinya merendahkan orang lain dan guyon kurang sopan dan kata-kata kasar masih menjadi catatan khusus," kata Andi.

Andi berharap, stasiun televisi dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas kategori program yang sudah baik. Sementara itu, kategori program yang belum berkualitas harus diperbaiki.

"Mudah-mudahan yang bagus tetap dipertahankan. Kemudian bagaimana kita meningkatkan terus kualitas program siaran. Dan yang belum berkualitas ini bisa memperbaiki memasuki era siaran digital," ucapnya.

Dalam riset ini, KPI bekerja sama dengan 12 perguruan tinggi. Kedua belas perguruan tinggi tersebut antara lain Universitas Sumatera Utara, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, dan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta.

Riset dilakukan dalam rangka pelaksanaan tugas KPI mengawasi program televisi agar makin baik dan berkualitas.

Data menjadi bahan evaluasi bagi KPI dan lembaga penyiaran untuk memperbaiki mutu dan kualitas siaran televisi.

(Kompas.com / Tsarina Maharani / Bayu Galih)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved