Breaking News:

Video Viral

Masyarakat Diminta Berhenti Sebarkan Video Video Pembullyan di Galunggung

Kapolsek Sirimau, AKP Mustafa Kamal, meminta masyarakat berhenti menyebarkan video perundungan yang terjadi di Galunggung, Kota Ambon.

TribunAmbon.com
AMBON: Pelaku perundingan tetap diproses hukum di Polsek Sirimau, Ambon, meski ada upaya mediasi dari kedua keluarga. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kapolsek Sirimau, AKP Mustafa Kamal, meminta masyarakat berhenti menyebarkan video perundungan yang terjadi di Galunggung, Kota Ambon.

Hal itu ia sampaikan kepada TribunAmbon.com saya ditemui di Polsek Sirimau, Jl. Slamet Riyadi, Kota Ambon, Selasa (30/11/2021) pagi.

"Kepada masyarakat, saya minta untuk berhenti menyebarkan video pembullyan tersebut," ujar Mustafa.

Pasalnya, dua video yang masing-masing berdurasi 22 dan 30 detik itu, merekam tindak penganiayaan dan melibatkan anak di bawah umur.

"Itu tidak mendidik, alangkah lebih baik kalau membagikan hal-hal yang bermanfaat," kata dia.

Baca juga: Meski Ada Upaya Mediasi, Polisi Pastikan Pelaku Perundungan di Galunggung-Ambon Tetap Diproses Hukum

Baca juga: Pelaku Perundungan di Galunggung-Ambon Masih di Bawah Umur, Polisi Telah Hubungi P2TP2A

Baca juga: Pasangan Video Mesum di Ambon Nikah, Polisi Tetap Proses Hukum

Sebelumnya, telah beredar di sosial media WhatsApp, rekaman video yang memperlihatkan tindakan penganiayaan kepada seorang perempuan.

Dua video viral tersebut terjadi didepan lapangan Sepakbola Hatukau, kawasan Galunggung, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Videonya viral usai disebarkan melalui sosial media WhatsApp pada Minggu (28/11/2021) malam.

Dalam video berdurasi 22 detik tersebut terlihat kerumunan remaja perempuan yang melakukan perundungan kepada seorang remaja lainnya.

Sementara itu, dalam video lainnya yang berdurasi 30 detik, terlihat jelas seorang remaja perempuan berpakaian Abu-abu memukul hingga menjambak perempuan berpakaian hijau.

Beberapakali remaja perempuan berpakaian hijau dijambak hingga terpelanting ke tanah.

Perundungan dilakukan tepat didepan sebuah mobil truk berwarna merah bernomor kendaraan DE 8327 AA.

Saat ini, tengah dilakukan upaya mediasi kepada pelaku dan korban yang terlibat didalam video viral tersebut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved