Breaking News:

Hari Dongeng Nasional Dimaknai Eklin de Fretes sebagai Momen untuk Bangun Kedekatan

Hari Dongeng Nasional yang jatuh setiap 28 November ini dimaknai sebagai momen untuk membangun kedekatan.

Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Salama Picalouhata
Instagram Eklin de Fretes
Seorang Pendongeng asal Maluku, Eklin de Fretes menuturkan, mendongen tidak hanya mampu mendekatkan orang tua dengan anak, namun lebih dari itu mempunyai manfaat yang beragam. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM – Hari Dongeng Nasional yang jatuh setiap 28 November ini dimaknai sebagai momen untuk membangun kedekatan.

Seorang Pendongeng asal Maluku, Eklin de Fretes menuturkan, mendongen tidak hanya mampu mendekatkan orang tua dengan anak, namun lebih dari itu mempunyai manfaat yang beragam.

“Mendekat manusia dengan sesama, manusia dengan alam, mendekatkan manusia dengan Tuhan. Mendekatkan masa lampau dengan masa kini, bahkan mendekatkan hal-hal yang tak mungkin menjadi mungkin dan asyik,” tutur Pendongeng yang juga seorang Pendeta itu kepad TribunAmbon.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (28/11/2021) sore.

Eklin dengan kedua bonekanya, Dodi dan Kakek Dodo.
Eklin dengan kedua bonekanya, Dodi dan Kakek Dodo. (Instagram Eklin de Fretes)

Dia menyebutkan, banyak dongeng yang mengandung nilai untuk mendekatkan sesama manusia, seperti mengajari untuk saling mengasihi, peduli dan menghargai antar sesama.

Sementara jenis dongeng yang dipercaya mampu mengajarkan anak untuk peduli terhadap lingkungan dan menjaga alam pun tak kalah banyaknya.

Baca juga: Harga Bawang dan Cabai Dipastikan Melonjak Jelang Nataru, Pedagang; Ayo Beli Sekarang

Untuk mendekatkan anak dengan Tuhan, dia menyarankan, banyak ceritakan dongeng yang mengajak untuk rajin berdoa dan beribadah, serta bersyukur kepada anak.

“Ini lebih mengarah ke nilai dalam dongeng itu sendiri. Dongeng itu kisah masa lampau yang tidak benar-benar terjadi. Namun, jika di ceritakan di masa kini, maka bisa dekatkan masa lampau (sejarah) bagi anak-anak atau pendengar dongeng di masa kini. Dongeng itu cerita tidak benar-benar terjadi, aneh, fiksi, tapi tetap dapat diterima, membawa bahagia dan asyik,” terangnya.

Saat ditugaskan sebagai Pendeta ke Pulau Damer, Maluku Barat Daya (MBD) dan meninggalkan Kota Ambon pada 19 September 2021 lalu, anak muda yang biasa disapa Kak Eklin ini terus mendedikasikan dirinya untuk membentuk karakter anak sejak dini melalui mendongeng.

“Beta di sini hampir setiap hari mendongeng bagi anak-anak. Setiap hari ada anak-anak yang kunjungi beta untuk dengar dongeng. Sekalipun aktivitas pelayanan gerejawi sebagai pendeta sangat menguras waktu. Tapi mendongeng tetap beta lalukan bagi anak-anak yang beta layani di Jemaat tempat beta jadi Pendeta,” aku dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved