Breaking News:

Berita Viral

Alasan Pemuda Jual Perabotan Demi Kebahagiaan Pacarnya, Kerugian Capai Puluhan Juta

Seorang pemuda berinsial DRS (24) dipenjara karena nekat mencabut semua perabotan rumah tangga untuk dijual demi menyenangkan pacarnya.

Penulis: Sinatrya Tyas | Editor: Fitriana Andriyani
Dokumentasi Polsek Pundong
Rumah yang Perabotannya dijual anaknya di Kapanewon Pundong, Bantul 

Beruntung warga sekitar sempat menghentikan dan melaporkan perbuatan DRS ke ibunya.

Melihat isi rumahnya sudah dalam kondisi kosong, termasuk genting rumah sudah diturunkan, Paliyem marah dan melaporkan anaknya ke Polsek Pundong.

"Orang tuanya juga sudah bilang bahwa dirinya, Pak RT, tetangga, sudah sering menasehati, tapi tetap tidak bisa. Ibunya pun minta dilanjutkan (proses hukum)," katanya.

Heru menyatakan, pada hari Minggu pihaknya sempat memberikan waktu untuk mediasi.

Namun karena kesabaran sang Ibu sudah habis, DRS tetap dilaporkan ke Polsek Pundong.

"Saat itu kita kasih waktu untuk mediasi, namun paginya tetap melaporkan. Dan kita dari polsek tetap melayani laporan tersebut," tambahnya.

Total Kerugian Mencapai Rp 24 Juta

Dari pengakuan tersangka, perabotan rumah tangga telah dijual dengan harga yang jauh dari pasaran.

Misalnya lemari dan empat kursi panjang dijual seharga Rp 500 ribu.

Sementara dua daun pintu, meja kursi dijual seharga Rp 700 ribu.

"Harganya tidak sesuai, yang penting dia dapat uang. Uangnya itu digunakan untuk foya-foya bersama teman perempuannya," bebernya.

"Padahal kalau satu pintu saja, kalau normal dijual bisa Rp 2,5 juta. Sementara total kerugian kalau dihitung kurang lebih Rp 24 juta," imbuhnya.

Atas perbuatannya, DRS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini meringkuk di sel tahanan Polsek Pundong.

Polisi menjeratnya dengan pasal 367 KUHP tentang Pencurian Dalam Keluarga dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.

Ibunya Tak Cabut Laporan Meski Pelaku Anak Tunggal

Orangtua tersangka pencurian perabot rumah tangga Paliyem belum mencabut laporan polisi terhadap anaknya DRS.

Sang anak menghabiskan perabot rumahnya di Padukuhan Paten, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

"Sampai saat ini Bu Paliyem tidak mencabut laporannya," kata Kanit Reskrim Polsek Pundong Ipda Heru Pracoyo saat dihubungi wartawan, Kamis (25/11/2021).

DRS merupakan anak tunggal.

Dia sebenarnya memiliki kakak, tetapi sang kakak sudah meninggal saat kecil.

Ibunya ingin memberkan efek jera karena kelakuan DRS sudah di luar batas kewajaran.

"Semua itu sebagai efek jera terhadap anaknya karena dinilai sudah sangat keterlaluan," kata Heru.

Disinggung mengenai penjual perabot, Heru mengatakan, perabot itu dijual DRS secara acak.

Artinya, tidak ditemukan penadah barang-barang yang dijual DRS.

"Ada yang dijual ke temannya dan ada ke teman almarhum bapaknya," ucap dia.

(TribunAmbon.com, TribunJogja.com/Santo Ari)(Kompas.com)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved