Breaking News:

Adu Jotos TNI Polri

Adu Jotos TNI Polri di Ambon, Sosiolog Khawatir Timbul Interpretasi Liar Publik

Sosiolog Universitas Pattimura, Paulus Koritelu menilai peristiwa adu jotos antara TNI Vs Polri

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Dedy Azis
Sosiolog Unpatti, Paulus Koritelu 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Sosiolog Universitas Pattimura, Paulus Koritelu menilai peristiwa adu jotos antara TNI Vs Polri dapat menimbulkan interpretasi liar publik dan berdampak pada Pemilu di Maluku 2024 mendatang.

Hal itu diungkapnya saat ditemui TribunAmbon.com, di Gedung Fisip Unpatti, Jl. Ir. M. Putuhena, Kamis (25/11/2021) siang.

“Situasi seperti ini jangan sampai terulang Kembali, secara ekonomi mungkin tidak menimbulkan dampak yang besar, tapi Sosio Psikologi masyarakat terlanjur dilumuri dengan ketidak percayaan masyarakat,”

Lanjutnya, Koritelu mengatakan, peristiwa tersebut dapat menjadi suatu ukuran dari Interpretasi politik dalam masyarakat pada waktu-waktu yang akan datang, seperti Pemilihan Gubernur, Walikota, dan Bupati di Maluku.

“Peristiwa tersebut jangan dianggap biasa saja, karena bisa saja menjadi suatu ukuran dari interpretasi Politik masyarakat pada Pilgub Mendatang maupun pemilihan Wali Kota maupun Bupati misalnya,” jelasnya.

Koritelu menjelaskan, interpretasi politik liar yang dimaksud adalah, bagaimana masyarakat mengartikan peristiwa adu jotos tersebut sebagai miniatur persaingan yang cukup elitis tetapi juga melembaga di dalam masyarakat.

“Orang bisa saja beranggapan bahwa ini semacam miniatur yang memperlihatkan sebuah persaingan yang cukup elitis tetapi juga melembaga pada masyarakat,” kata dia.

Baca juga: Dua Polantas Ambon yang Adu Jotos dengan Oknum TNI Jalani Pemeriksaan

Baca juga: Akhirnya, Kota Ambon Masuk PPKM Mikro Level 1

Pasalnya, belakangan, pasca reformasi 20 tahun silam, tren petinggi Polri maupun TNI yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota, Bupati Hingga Gubernur pun sedang marak di Maluku.

Sebut saja Gubernur Maluku saat ini, yang merupakan seorang purnawirawan Polri yakni, Murad Ismail.

Diketahui sebelumnya, beredar rekaman video yang menunjukkan dua oknum anggota Polri terlibat baku hantam dengan seorang anggota TNI di Muluku viral di media sosial.

Ternyata, perkelahian itu dipicu ada masyarakat yang tidak terima ditilang.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Insiden perkelahian itu terjadi di Pos Lalu Lintas Mutiara Mardika, Ambon sekitar pukul 16.00 WIT.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved