Breaking News:

Global

Alasan PM Swedia Magdalena Andersson Mundur Beberapa Jam Usai Diangkat

Perdana Menteri terpilih Swedia Magdalena Andersson pada Rabu (24/11/2021) mengajukan pengunduran dirinya, beberapa jam setelah diangkat oleh parlemen

Editor: Adjeng Hatalea
(TT/PONTUS LUNDAHL via AP)
Pemimpin partai Sosial Demokrat yang baru diangkat menjadi PM Swedia, Magdalena Andersson, saat berbicara dalam konferensi pers setelah pengajuan alokasi dana di parlemen Swedia, Stockholm, Rabu (24/11/2021). Hanya beberapa jam setelah diangkat, Andersson yang merupakan perdana menteri perempuan pertama di Swedia, mundur.(TT/PONTUS LUNDAHL via AP) 

STOCKHOLM, TRIBUNAMBON.COM - Perdana Menteri terpilih Swedia Magdalena Andersson pada Rabu (24/11/2021) mengajukan pengunduran dirinya, beberapa jam setelah diangkat oleh parlemen.

Alasan PM Swedia mundur adalah pengajuan dananya yang tidak disetujui parlemen, kemudian Partai Hijau junior mundur dari pemerintahan koalisi.

Mundur cepatnya Magdalena Andersson tidak terduga, berhubung dia baru membuat sejarah dengan menjadi perempuan pertama yang terpilih sebagai Perdana Menteri Swedia.

Ekonom berusia 54 tahun yang sebelumnya menjabat sebagai menteri keuangan selama tujuh tahun terakhir itu sedianya akan secara resmi mengambil alih kepemimpinan pada Jumat (26/11/2021).

Namun dia berharap, bisa terpilih kembali ke posisi itu segera sebagai kepala pemerintahan minoritas yang hanya terdiri dari Sosial Demokrat.

“Ada praktik konstitusional bahwa pemerintah koalisi harus mengundurkan diri ketika satu partai mundur,” terang Magdalena Andersson, politisi Sosial Demokrat, kepada wartawan.

Rencana program Magdalena Andersson

Magdalena Andersson mendapat julukan "buldoser" dari media-media terkait kebijakannya yang pragmatis dan birokrat teknokratis.

Setelah dikukuhkan sebagai pemimpin Sosial Demokrat, ia menguraikan prioritas politiknya antara lain untuk sekolah, perawatan kesehatan, perawatan lansia, dan menjadikan Swedia sebagai panutan global dalam transisi iklim.

Dia juga bersumpah mengakhiri segregasi, penembakan, dan pemboman yang melanda Swedia dalam beberapa tahun terakhir, biasanya karena persaingan geng atau penjahat terorganisir yang memperebutkan pasar narkoba.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved