Breaking News:

Maluku Terkini

Dinkes Maluku Tengah Bantah Vaksin Covid-19 Kadaluarsa Masuk Pulau Banda

Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku Tengah membantah adanya isu yang menyebutkan sejumlah dosis vaksin Covid-19 kadaluarsa dikirimkan ke Kecamatan Banda.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Adjeng Hatalea
Lukman Mukaddar
Stok vaksin di Masohi, Maluku Tengah. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku Tengah membantah adanya isu yang menyebutkan sejumlah dosis vaksin Covid-19 kadaluarsa dikirimkan ke Kecamatan Banda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Zahlul Ikhsan, menyusul rumor dan pemberitaan sejumlah media di Ambon yang menyebutkan sediktinya ada 400 dosis yang katanya dikirim ke Pulau Banda belum lama ini sudah kadaluasa.

Ratusan dosis vaksin Covid-19 ini dikirim dari Kota Masohi, Ibu Kota Kabupaten berjuluk Pamahanu Nusa itu.

''Itu kabar tidak benar. Seluruh vaksin yang masih disimpan dan sudah digunakan dalam program vaksinasi Covid 19 tidak ada yang kadaluarsa. Dan yang di Banda itu batas penggunaannya bulan depan, lah ini saja bulan 11-nya belum juga habis,' kata dia, Rabu (24/11/2021).

Dia menyebutkan, vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi Covid 19, mulai diterima Pemkab Maluku Tengah sejak awal Januari 2021.

Sejak saat itu, sudah beberapa kali pihaknya menerima pasokan vaksin dari pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi.

''Dari penjelasan yang kami terima, seluruh vaksin yang kami terima memiliki batas waktunya bulan Desember. Jadi tidak benar kalau sudah kadaluarsa," ucap dia.

Hingga saat ini, lanjut dia, Pemkab telah mendapat pasokan sebanyak 173.580 dosis vaksin untuk sekitar 332.537 sasaran.

Sebelumnya, beredar pemberitaan di sejumlah media lokal Ambon menyebutkan masa kadaluarsa Vaksin Covid-19 yang dikirim ke Kecamatan Banda Neira dari Masohi sempat menghebohkan suasana rapat di Kantor Kecamatan Banda Neira pada Rabu pekan lalu.

Setelah kehebohan itu, Camat Banda dan Polsek setempat membeberkan bahwa isu terkait adanya Vaksin kadaluarsa itu keliru dan yang nyatanya hanya terdapat kesalahan teknis dalam laporan yang penulisan laporan oknum pegawai Puskesmas setempat.

"Kita sudah komunikasi juga sama pihak puskesmas Polsek dan Camat, ternyata itu ada kesalan penulisan laporan si pegawai puskesmasnya," tandas Ikhsan.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved