Breaking News:

Nasional

Menko PMK Dorong Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6-11 Tahun

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada anak usia 6

Editor: Adjeng Hatalea
(KOMPAS.COM/IKA FITRIANA)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di kantor Taman Wisata Candi Borobudur, Rabu (17/2/2021). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada anak usia 6-11 tahun.

Meskipun saat ini sasaran vaksinasi masih diprioritaskan kepada kelompok tertentu, seperti lanjut usia (lansia), tetapi vaksinasi bagi anak dinilainya sangat perlu.

Apalagi, kata dia, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengeluarkan rekomendasi dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun.

"Meskipun keputusan dan kewenangan itu memang berada di kementerian teknis, dalam hal ini Kementerian Kesehatan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun perlu terutama di daerah-daerah yang rawan penularan dan penyebaran Covid-19," ujar Muhadjir, dikutip dari siaran pers, Rabu (17/11/2021).

Muhadjir menuturkan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun atau di rentang usia sekolah dasar (SD) sangat penting untuk meminimalisir perasaan was-was para orangtua. Apalagi, saat ini pembelajaran tatap muka di sekolah sudah dilaksanakan sehingga anak-anak pun rentan beraktivitas di luar rumah.

"Kita realistis saja, tidak mungkin anak dikekang terus-menerus diam di rumah. Mengenai keamanan vaksin, BPOM sudah mengeluarkan izin vaksin untuk anak 6-11 tahun. Jadi insya Allah aman," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunasi Sadikin mengatakan, vaksinasi Covid-19 diberikan berbasis risiko sehingga pemerintah baru akan melakukan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun setelah kelompok risiko tinggi tervaksin seluruhnya.

Dengan demikian, terdapat tahapan-tahapan kelompok yang diprioritaskan dalam pemberiannya, mulai dari tenaga kesehatan hingga orang tua atau kelompok lansia.

"Jadi memang karena orang tua itu risiko fatalnya masih puluhan kali di atas anak-anak, kami memprioritaskan vaksinasi ke lansia dulu yang sekarang baru mencapai sekitar 40 persen," kata Budi.

"Begitu itu (vaksinasi lansia) sudah selesai, nanti akan turun ke kelompok-kelompok lain yang risiko fatalitasnya lebih rendah dibandingkan orang tua," ujar dia.

Adapun saat ini BPOM sudah menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun.

Vaksin Sinovac tersebut adalah vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co., Ltd China dan vaksin Covid-19 produksi PT Bio Farma.

(Kompas.com / Deti Mega Purnamasari / Bayu Galih)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved