Breaking News:

Maluku Terkini

Kanwil Kemenkumham Maluku Gelar Diseminasi dan Promosi Kekayaan Intelektual

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku kembali menggelar kegiatan Diseminasi dan Promosi Kekayaan Intele

Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Kemenkumham Maluku
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku kembali menggelar kegiatan Diseminasi dan Promosi Kekayaan Intelektual (KI) di Swiss Bell Hotel, Selasa (16/11/2021). 

TRIBUNAMBON.COM - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Maluku kembali menggelar kegiatan Diseminasi dan Promosi Kekayaan Intelektual (KI) di Swiss-Belhotel Ambon, Selasa (16/11/2021).

Membuka secara resmi kegiatan tersebut, Plt. Direktur Jenderal KI, Razilu sampaikan Keynote Speech yang berjudul Strategi Membangun Ekonomi Daerah Berbasis Hak Kekayaan Intelektual.

Dalam keynote speech-nya, Razilu menjelaskan tentang empat pilar pembangunan KI, yakni Inovasi Dan Kreativitas (Mesin Sistem HKI), Perolehan Hak Eksklusif (Merk, Desain Industri, Paten, Hak Cipta, Indikasi Geografis, DLL), Komerialiasi dan Pemasaran, dan Penegakan Hukum.

Razilu juga mengurai sekilas mengenai Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Menurutnya, LMKN adalah lembaga bantu pemerintah non APBN yang dibentuk oleh Menteri berdasarkan undang-undang mengenai Hak Cipta yang memiliki kewenangan untuk menarik, menghimpun, dan mendistribusikan royalty serta mengelola kepentingan hak ekonomi pencipta dan pemilik hak terkait di bidang lagu dan/atau musik.

"Tahun 2022 adalah merupakan Tahun Hak Cipta Auto Approval Pencatatan Hak Cipta dalam Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta Mendorong Kemajuan Ilmu Pengetahuan Seni dan Sastra," ucap Razuli.

Kesempatan yang sama pula, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Maluku, Andi Nurka dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak positif bagi kalangan pelaku usaha yang mau mengupayakan usahanya, dan perlu mendapatkan pengakuan dan perlindungan hukum untuk kemajuan usaha.

Diakuinya bahwa salah satu upaya yang harus dilakukan dalam rangka mengembangkan KI di Provinsi Maluku diperlukan adanya sinergi antara pemerintah daerah dengan stakeholder terkait.

"Salah satunya adalah melaluii perjanjian kerjasama dengan harapan potensi Ki yang ada di Wilayah Maluku dapat terinventarisir dan didaftarkan guna mendapatkan perlindungan hukum," ujar Andi.

Andi berharap melalui kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendaftaran dan perlindungan terhadap Kekayaan Intelektual dalam rangka mencegah terjadinya pelanggaran terhadap KI. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved