Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Ambon, 3 Terdakwa Kasus Timbunan Fiktif Namrole Segera Diadili

Jaksa telah melimpahkan berkas perkara tiga terdakwa kasus proyek timbunan fiktif di RSUD Namrole, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan.

Tanita Pattiasina
Dua berkas perkara korupsi yang terjadi di Pulau Buru akhirnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ambon, Senin (15/11/2021). 

TRIBUNAMBON.COM - Jaksa telah melimpahkan berkas perkara tiga terdakwa kasus proyek timbunan fiktif di RSUD Namrole, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Ambon, Senin (15/11/2021).

yakni La Aca Buton, Haris Tomia Serta Rahman Karate.

La Aca merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Rahman dan Tomia seorang swasta.

"Kami sudah melimpahkan berkas perkara korupsi timbunan fiktif yaitu inisial LA, HT, dan RK," kata JPU Azer Jongker Orno didampingi Dhanitya P kepada tribunambon.com di Pengadilan Negeri Ambon, Senin siang.

Selanjutnya telah menjadi kewenangan PN Tipikor Ambon.

Baca juga: Tak Hanya Sekot, Jabatan Kadis Pendidikan & DLHP Ambon Juga Tunggu Rekomendasi KASN

Baca juga: Berkas Asnawy Gay Dilimpahkan ke Pengadilan Ambon, Sidang Perdana Pekan Depan

“Selanjutnya menunggu penetepan penunjukan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan,” ucap Orno.

Adapun, ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan tertuang dalam Surat Penetapan Tersangka (SPT), Nomor : Tap-07/Q.1.14/Fd.1/09/2021, Nomor : Tap-08/Q.1.14/Fd.1/09/2021, dan Nomor : Tap-09/Q.1.14/Fd.1/09/2021.

Sebelumnya, kasus ini terjadi pada 2017 saat lokasi rumah sakit dijadikan penginapan peserta MTQ.

Karena cuaca ekstrem, kontraktor yang sedang melakukan penggalian selokan mengalihkan timbunannya ke rumah sakit.

Namun, para aktor yang berperan berdalih ada hutang rumah sakit kepada kontraktor, sehingga dianggarkan dan dilakukan pencairan pada 2020 lalu.

Kerugian keuangan negara dalam perkara ini mencapai Rp 329 juta.

Namun, baru Rp 130 juta, dan masih tersisah Rp 199 juta

Atas perbuatan mereka, para pelaku dikenakan Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 3 jo Pasal 18, UU Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP

Maksimum ancaman hukuman 20 Tahun penjara. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved