Breaking News:

Nasional

Ramai-ramai Mendukung Penghapusan Kekerasan Seksual di Kampus

Peraturan terkait mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Editor: Adjeng Hatalea
Tribunnews via The Week
Ilustrasi kekerasan seksual atau pencabulan terhadap anak 

“Permendikbud Ristek ini adalah jawaban dari persoalan yang selama ini dihadapi mahasiswi di kampus,” kata Tsamara kepada Kompas.com, Rabu (10/11/2021).

Tsamara juga mengapresiasi soal mekanisme perlindungan terhadap korban kekerasan seksual yang mengalami trauma.

Secercah harapan

Dukungan atas penghapusan kekerasan seksual di kampus juga disuarakan oleh pegiat isu hak asasi manusia (HAM) Nisrina Nadhifah.

Nisrina mengatakan, aturan ini hadir di tengah proses penyusunan rancangan undang-undang penghapusan kekerasan seksual (RUU PKS) yang tak kunjung rampung di DPR RI.

Menurut dia, permendikbud ristek seolah menjadi harapan di tengah keputusasaan masyarakat yang ingin kasus kekerasan seksual dapat ditangani secara berkeadilan dan berperspektif korban.

“Dari segi substansi atau isi permendikbud itu sendiri memang sesuai namanya, mencakup elemen pencegahan dan juga penanganan kekerasan seksual,” ucap Nisrina kepada Kompas.com, Rabu.

Hal senada diungkapkan mahasiswi pascasarjana di Jakarta, Ricka Putri (24). Dia menilai Permendikbud Ristek 30/2021 merupakan harapan di tengah kekosongan payung hukum terkait kekerasan seksual, khususnya di lingkungan kampus.

Ricka berharap, kebijakan ini dapat menolong banyak orang di lingkungan kampus yang menjadi korban kekerasan seksual untuk semakin berani bersuara memperjuangkan keadilan.

“Hal ini buat gue pribadi seperti cahaya di tengah kegelapan,” kata Ricka, saat dihubungi, Rabu.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved