Breaking News:

Maluku Terkini

Minta Tambah Bayaran Rp. 1,7 Miliar, Gugatan Kontraktor Proyek Alun-Alun Kota Namlea Ditolak

Dalam putusan yang diketuai majelis hakim Jhonson Freddy E. Sirait, menyatakan gugatan penggugat tidak diterima.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi Papalia
Pose bersama usai sidang putusan digelar di Ruang Sidang Utama, PN Namlea, Kamis (21/10/2021) sore,. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Namlea menolak gugatan Arnis Kapitan, kontraktor pembangunan Alun-alun Kota Namlea atas dugaan wanprestasi oleh Dinas PUPR Kabupaten Buru.

Hasil gugatan disampaikaan saat sidang putusan digelar di Ruang Sidang Utama, PN Namlea, Kamis (21/10/2021) sore.

Dalam putusan yang diketuai majelis hakim Jhonson Freddy E. Sirait, menyatakan gugatan penggugat tidak diterima.

Putusan tersebut disambut baik Kuasa hukum Pemda Kabupaten Buru M. Taib Warhangan selaku tergugat.

Dia mengaku puas dengan putusan hakim.

Dia menjelaskan, Arnis Kapitan menggugat Pemda Buru Rp1,7 miliar.

Gugatan itu dilatarbelakangi adanya dugaan wanprestasi.

Dalam surat gugatannya, tindakan wanprestasi tersebut karena merasa dirugikan dalam pekerjaan lanjutan alun-alun kotaatau lokasi MTQ senilai Rp 1,7 miliar.

"Arnis Kapitan mengajukan gugatan wanprestasi dengan alasan, bahwa dia ada punya pekerjaan tambahan yang membuatnya rugi, namun ternyata tidak ada perintah dari Pemda untuk dia kerja diluar dari pada kontrak," jelas Warhangan saat diwawancarai usai sidang.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved