Breaking News:

Maluku Terkini

Kasus Pemukulan Aktivis HMI Cabang Namlea dalam Tahap Penyelidikan, Satu Saksi Sudah Diperiksa

Kasus pemukulan terhadap seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Namlea, Nastun Buton, masih dalam tahap penyelidikan

Penulis: Andi Papalia | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Andy
MALUKU: Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, Iptu Handry Dwi Azhari saat diwawancarai TribunAmbon.com di ruang kerjanya, Selasa (19/10/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kasus pemukulan terhadap seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Namlea, Nastun Buton, masih dalam tahap penyelidikan Kepolisian Resort (Polres) Pulau Buru.

Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, Iptu Handry Dwi Azhari mengatakan, saat ini baru satu orang saksi yang diperiksa oleh penyidik Polres Pulau Buru.

"Sampai dengan saat ini, sudah ada beberapa saksi kita berikan surat panggilan, untuk dimintai keterangan, namun yang datang baru satu orang dari aktivis, yang saat itu melaksanakan kegiatan aksi bersama-sama, " kata Azhari kepada TribunAmbon.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (19/10/2021)

Lanjutnya, saksi yang sebelumnya tidak hadir, saat ini telah diberikan surat panggilan kedua.

"Kita sudah layangkan surat panggilan kedua, apabila tidak koperatif dan lain sebagainya, kemungkinan kita akan periksa langsung, dimana saksi tersebut berada, agar kasus ini bisa menemukan titik terang, dan alat buktinya terpenuhi," ujar Azhari

Dia mengungkapkan, terkait dengan hasil visum, kemungkinan besar hari ini akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

"Kemarin pada saat aksi, saya langsung berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, namun kita tetap harus menunggu sampai hasilnya keluar, jadi kita tidak mau berstatment, karena terkait dengan hasil itu harus dijelaskan oleh orang yang memiliki kompetensi di bidang itu," ungkapnya

Kemudian, hari ini penyidik akan kembali berkoordinasi untuk mendapatkan hasil visum dari RSUD Namlea.

Dia menjelaskan, ketiga saksi Anggota DPRD Kabupaten Buru, belum menghadiri panggilan, dengan alasan ada kegiatan di luar daerah.

"Ketiga saksi tidak hadir karena ada kegiatan di luar kota, jadi kita buat surat panggilan kedua, untuk pemeriksaan di hari yang sudah kami tentukan, jadi untuk ketiga saksi dari anggota DPRD Kabupaten Buru, sampai saat ini belum ada yang datang," jelasnya.

Dia menuturkan, apabila ketiga saksi tidak menghadiri panggilan kedua, maka Polres Buru terus berkoordinasi, agar mereka mau memberikan keterangan sesuai dengan statement di media beberapa waktu lalu, mengingat kasus ini sudah menjadi atensi dan perhatian publik."Kita terus lakukan penyelidikan dan pengembangan, apakah Pejabat Desa Ubung juga ikut terlibat dalam kasus ini, apabila dari hasil pengembangan mengarah ke sana, makan kita lakukan pemanggilan, tapi sejauh ini belum mengarah ke sana," tutur Azhari.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved