Breaking News:

Maluku Terkini

Kajati Maluku Tinjau Bendungan Senilai Rp 2.1 Triliun, Mugopal Sebut Tidak Ada Temuan

Dia pun memastikan tidak hambatan dalam pengerjaan ataupun temuan yang mengarah ke penyalahgunaan anggaran dari hasil pengawasan.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Kajati Maluku Dr. Undang Mugopal dan Kabinda Maluku Brigjen TNI Jimmy Aritonang, meninjau lokasi Proyek Starategis Nasional (PSN) Bendungan Waeapo, di Desa Wapsalit, Kecamatan Lolongguba, Buru - Maluku, Minggu (17/10/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Dr. Undang Mugopal bersama rombongan meninjau pengerjaan proyek Bendungan Waeapo, Minggu (17/10/2021) pagi.

Hasilnya, diketahui proyek strategi nasional itu telah mencapai 38 persen pengerjaan.

Dia pun memastikan tidak hambatan dalam pengerjaan ataupun temuan yang mengarah ke penyalahgunaan anggaran dari hasil pengawasan.

“Peninjauan tidak menemukan hal-hal yang menyimpang terkait dengan proyek bendungan strategi nasional,” kata Mugopal kepada wartawan saat meresmikan gedung investigasi Kejari Buru, Senin, (18/10/2021) pagi.

Dia pun berharap proyek tersebut bisa mencapai 50 persen di akhir tahun, agar penyelesaian sesuai dengan target.

"Pekerjaannya sudah hampir 38%, diharapkan di akhir tahun ini bisa mencapai 40-50%," cetusnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku, Marva Ranla Ibnu menjelaskan dampak besar keberadaan bendungan bagi masyarakat yakni pengairan pertanian di daratan Waeapo akan sangat baik.

Mengingat, bendungan dapat menampung sebanyak 50 juta kubik air.

Baca juga: Meski Tengah Persiapan Liga 3 Maluku 2022, Tuapetel Tak Batasi Pemain jika Ingin Hengkang dari Klub

Baca juga: Nama Richard Louhenapessy Mencuat Dampingi Murad di Pilkada 2024, Pengamat; Sulit Dikalahkan

"Bendungan Waeapo juga bisa dikembangkan disetiap jaringan 10.000 hektar, termasuk dengan sistem yang ada sekarang ini, dan akan dikembangkan tergantung dari pemerintah daerah dan masyarakat," kata Ibnu

Menurutnya, bendungan Waeapo juga bisa menjadi pengendali banjir.

"Manfaat dari bendungan Waeapo yaitu bisa digunakan untuk pembangkit listrik tenaga Air dengan kapasitas daya sebesar, 8 mw 2x40x4, pekerjaan bendungan ini mulai dari Desembet 2017 lalu, sampai saat ini telah berjalan sudah di tahun keempat, jadi tahun depan itu adalah tahun terakhir proyek pembangunan bendungan Waeapo," ungkapnya

Diketahui, pengerjaan proyek bendungan Waeapo, didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) seniali Rp 2,1 triliun, dan pekerjaan dibagi menjadi 2 paket yaitu paket 1 sebagai pekerjaan CP PSO, kemudian paket 2 merupakan pekerjaan bangunan.

Dalam kunjungan itu, Kajati didampingi Kepala Badan Inteljen Negara Daerah (Kabinda) Maluku Brigjen TNI Jimmy Aritonang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved