Breaking News:

Maluku Terkini

Empat Terdakwa Penganiayaan Teman Hingga Tewas di Desa Alang- Maluku Tengah Dituntut Bervariasi

Keempatnya yakni terdakwa Stevanus Wellem Patty dituntut enam tuhun, Alberto Manuhua lima tahun, serta Frilian Halawane dan Dorlan Ferdinandus

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Empat terdakwa kasus penganiayaan teman hingga tewas di Desa Alang, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah dituntut bervariasi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Katerina Lesbata.

Keempatnya yakni terdakwa Stevanus Wellem Patty dituntut enam tuhun, Alberto Manuhua lima tahun, serta Frilian Halawane dan Dorlan Ferdinandus yang dituntut masing-masing empat tahun penjara.

"Memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman berupa pidana penjara seperti yang sudah dibacakan," kata JPU di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (18/10/2021) sore.

JPU dalam amar tuntutannya menyatakan para terdakwa terbukti bersalah dalam pasal 351 ayat 3 KUHP pidana Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP pidana.

Usai mendengarkan tuntutan majelis hakim yang dipimpin Feliks Wiusan menunda sidang hingga Senin depan dengan agenda pembelaan dari penasihat hukum Herbeth Dadiara cs.

Baca juga: Kajati Maluku Tinjau Bendungan Senilai Rp 2.1 Triliun, Mugopal Sebut Tidak Ada Temuan

Baca juga: Jose Maniagasi Berikan Sinyal Akan Menetap di Siwalima FC

Sebelumnya diketahui, aksi penganiayaan terhadap korban Daniel Robert Sipahelut alias dance hingga tewas terjadi dekat rumah di samping rumah duka keluarga Manuhua Negeri Alang, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (8/3/2021) lalu.

Berawal dari saat korban yang sebelumnya duduk terpisah hendak bergabung dengan para terdakwa. Korban dala kondisi mabuk lalu membuat keributan dengan mengucapkan kata kasar serta berteriak dengan suara yang sangat besar dan sambil menunjuk para terdakwa.

Kemudian terjadi keributan dan korban lalu melarikan diri sekitar pukul 01.00 WIT dan dikejar oleh terdakwa Alberto dan terdakwa Frilian.

Saat lari, korban terjatuh dan para pelaku mulai menendang korban diikuti dua terdakwa lainnya.

Tak hanya memukul dengan tangan kosong, para terdakwa juga menggunakan sebilah kayu dan kursi plastik.

Akibat dari perbuatan para terdakwa korban mengalami luka dan berlumuran darah hingga membuat korban meninggal dunia. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved