Breaking News:

Maluku Terkini

Bulog Maluku-Malut Klaim Tak Tolak Beras dari Petani di Namlea-Buru, Asalkan Penuhi Standar ini

Perum Bulog devisi regional Maluku-Maluku Utara mengeklaim tidak pernah menolak beras dari petani lokal yang berada di Namlea, Kabupaten buru.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Salama
MALUKU: Gudang beras di Perum Bulog Maluku, Halong, Baguala, Kota Ambon, Senin (19/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Perum Bulog devisi regional Maluku-Maluku Utara mengeklaim tidak pernah menolak beras dari petani lokal yang berada di Namlea, Kabupaten buru.

“Iya kami tidak pernah menolak beras dari petani, hanya saja ada standarisasi kualitas beras yang harus dipenuhi oleh petani lokal di sana,” ucap Kabid Operasional dan Pelayanan Publik, Bulog Maluku-Maluku Utara, Hamdani Malawat melalui WhatsApp kepada TribunAmbon.com, Rabu (13/10/2021).

Menurutnya, standarisasi yang digunakani Bulog itu sudah sesuai dengan peraturan Intruksi Presiden (Inpres no 5 tahun 2015), dimana harga pembelian Gabah Kering Panen dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 25 persen dan kadar ham/kotoran maksimum 10 pesen adalah Rp 3.700 per kilogram di petani, atau Rp 3.750 per kilogram di penggilingan.

Selain itu, harga pembelian Gabah Kering Panen dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen dan kadar ham/kotoran maksimum 3 persen adalah Rp 4.600 per kilogram di penggilingan, atau Rp 4.650 per kilogram di gudang Perum Bulog dan harga pembelian beras dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen, butir patah maksimum 20 persen, kadar menir maksimun 2 persen, dan derajat sosoh minimum 95 persen adalah Rp 7.300 per kilogram.

Selain Itu juga Bulog menerapkan Pemendag No.24 Tahun 2020 mengatur tentang HPP untuk pembelian gabah/beras oleh Perum Bulog yang berlaku 19 Maret 2020, adalah gabah kering panen (GKP) tingkat petani dengan kadar air 25 persen sebesar Rp.4.200 per kg, GKP kadar air 25 persen tingkat penggilingan Rp.4.250 per kg, gabah kering giling (GKG) kadar air 14 persen tingkat penggilingan Rp5.250 per kg, GKG kadar air 14 persen di gudang Bulog Rp5.300 per kg dan harga beras kadar air 14 persen sebesar Rp.8.300 per kg.

“Aturan pemerintah jelas, kita sudah ikuti, jadi apabila petani lokal tidak memenuhi standar itu maka mohon maaf kita belum bisa menerima beras tersebut,” terangnya.

Apabila Perum Bulog Maluku-Malut menerima beras dari petani lokal yang tidak sesuai standarisasi maka yang rugi adalah pemerintah dan disoroti dari Presiden adalah Perum Bulog.

Untuk itu Bulog sangat berhati-hati dalam pembelian beras dari petani lokal, dan Bulog selalu terbuka apabila ada petani yang berasnya sesuai standar yang ditentukan tetap Bulog membelinya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved