Breaking News:

Viral Pernikahan Dini

Pihak Sekolah Minta Pemda Bentuk Tim Investigasi Selidiki Kasus Pernikahan Dini di Buru Selatan

Pernikahan itu pun memicu kontroversi hingga akhirnya para siswa dan guru menggelar aksi unjuk rasa di KanwilKementerian Agama Buru Selatan dan DPRD.

KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole Buru Selatan Maluku dan para guru menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Kantor DPRD untuk memprotes kasus pernikahan dini yang menimpa seorang siswa sekolah tersebut. Aksi demo itu berlangsung pada Senin (4/10/2021). 

TRIBUNAMBON.COM - Kepala SMP Negeri 1 Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Noho Lesilawang meminta pemerintah daerah setempat untuk segera membentuk tim investigasi guna menyelidiki kasus pernikahan dini yang menipa seorang siswi di sekolah tersebut.

Seorang siswi SMP Negeri 1 Namrole,  NK yang baru berusia 15 tahun dinikahkan oleh orangtuanya dengan seorang ustaz asal Tangerang, Banten di Labuang, Buru Selatan dua pekan lalu.

Pernikahan itu pun memicu kontroversi hingga akhirnya para siswa dan guru menggelar aksi unjuk rasa di kantor wilayah Kementerian Agama Buru Selatan dan di Kantor DPRD setempat.

“Kami mendesak kepada pemerintah daerah agar membentuk tim investigasi untuk memperoleh Fakta-Fakta pelanggaran hukum yang bertentangan dengan undang-undang,” kata Noho kepada Kompas.com, Sabtu (9/10/2021).

Baca juga: Ketua MUI Buru Selatan Sebut Nikahkan Anaknya yang Masih SMP Setelah Dapat Petunjuk dari Mimpi 

Baca juga: Ternyata Siswi Berprestasi, Anak Ketua MUI yang Dinikahkan dengan Uztaz Tak Lagi Sekolah karena Malu

Pihaknya juga meminta kepada Kanwil Kementrian Agama Kabupaten Buru Selatan agar memanggil dan memberikan sanksi kepada pegawai dan ASN yang terlibat dalam pernikahan tersebut.

Untuk diketahui, dalam pernikahan itu Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) ikut menghadiri pernikahan dan memberikan khutbah nikah.

“Kami berharap kepada kementrian agama Kabupaten Buru selatan agar dapat memangil dan menegur serta memberi sangsi pelanggaran disiplin pegawai, kepada ASN siapapun yang terlibat dalam Praktek Perkawinan anak di bawah umur,” katanya.

Pihak sekolah juga meminta agar kanwil Kemenag Buru Selatan dapat memfasilitasi dan membantu pihak sekolah untuk membawa masalah tersebut ke pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ( P2TP2A) Buru Selatan.

“Agar segera menindaklanjuti surat pengaduan kami para guru dan siswa-siswi pada tanggal 1 Oktober tahun 2021,” ujarnya.

Tuntutan pihak sekolah ini sebelumnya juga sudah disampaikan saat aksi unjuk rasa yang berlangsung di kantor kementrian agama Kabupaten Buru Selatan pada Senin (4/10/2021) pecan lalu.

Aksi demo itu sendiri diikuti oleh ratusan siswa dan para guru SMP Negeri 1 Namrole. Saat aksi itu mereka mengutuk keras adanya aksi pernikahan dini yang menimpa siswa mereka.

NK sendiri dinikahkan oleh orangtuanya yang juga menjabat Ketua MUI Buru Selatan dengan seorang ustaz asal Tangerang, Banten di rumah NK di Desa Labuang dua pekan lalu.

Sebelum pernikahan itu dilakukan, orangtua NK Ambo Karate sempat menemui kepala sekolah untuk memberitahukan niatnya menikahkan anaknya tersebut.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Siswi SMP Anak Ketua MUI Dinikahkan Paksa hingga Temannya Unjuk Rasa, Pihak Sekolah Minta Pemda Bentuk Tim Investigasi".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved