Breaking News:

Maluku Tenggara

Bantu Tekan Angka Stunting, Ini yang Harus Dilakukan Bumil Menurut Katrintje Notanubun

Ibu hamil diminta turut mencegah stunting dengan menjaga bayi sejak dalam kandungan.

Penulis: Risman Serang | Editor: Salama Picalouhata
Risman Serang
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Katrintje Notanubun saat diwawancarai TribunAmbon.com di ruang kerjanya, Senin (11/10/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com Risman Serang

TUAL TRIBUNAMBON.COM - Ibu hamil diminta turut mencegah stunting dengan menjaga bayi sejak dalam kandungan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Katrintje Notanubun.

Dikatakan, pencegahan stunting tidak dilakukan saat bayi lahir, namun harus dilakukan sejak dalam kandungan.

Itupun sudah harus dilakukan saat ibu dinyatakan positif hamil.

"Jadi tugas kita mengawal 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau biasa disebut sebagai periode emas. Dari janin, lahir sampai umur dua tahun,” kata Notanubun saat diwawancarai TribunAmbon.com di ruang kerjanya, Senin, (11/10/2021).

Alasannya meminta kerjasama ibu hamil lantaran kasus stunting di Maluku Tenggara, salah satu penyebabnya adanya keterlambatan melaporkan kehamilan.

Harusnya kata dia, ibu hamil segera melapor ke petugas kesehatan jika dinyatakan hamil.

Kebanyakan, ibu hamil melapor saat usia kandungan sudah diatas enam bulan. Baginya, hal tersebut sudah terlambat.

“Kita tidak bisa kecolongan di saat ibu datang sudah hamil enam bulan. Berarti kita terlambat, terlambat pemeriksaan, terlambat berikan obat. Misalnya, obat Fe (zat besi untuk tambah darah) itu, harus 90 tablet dia minum selama kehamilan,” ujarnya.

Baca juga: Berikut Hal yang Harus Diperhatikan Peserta SKD CPNS Kemenkumham Maluku, Sanksi Gugur Jika Langgar

Baca juga: Kemenkumham Maluku Siapkan Ruang Khusus bagi Peserta CPNS yang Terindikasi Covid-19

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved