Breaking News:

Narkoba di Maluku

Mantap Ajukan Banding Pasca Divonis 6 Tahun Penjara, Pegawai Rutan Ambon Siapkan Memori Banding

Perjalanan perkara hukum yang dijalani pegawai Rutan Ambon, Irene Tomasoa dipastikan masih berlanjut. 

Tribun Ambon/dok
ILUSTRASI - Barang bukti narkoba dijaring dari penangkapan. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Perjalanan perkara hukum yang dijalani pegawai Rutan Ambon, Irene Tomasoa dipastikan masih berlanjut. 

Setelah Kuasa hukum Tomasoa, Mona Lapi ,mengatakan akan mengajukan banding atas vonis enam tahun penjara yang dijatuhi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon pada Selasa (5/10/2021) lalu.

Pernyataan banding telah dilakukan dan akan segera menyerahkan memori banding ke Panitera.

"Pernyataan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon hari ini sudah kami lakukan, sementara memori bandingnya akan kami serahkan kepada panitera pengadilan," kata penasihat hukum Iren, Mona Lapi di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (8/10/2021) sore.

Baca juga: Tes SKD CPNS Resmi Dimulai, Kemenkumham Maluku Patikan Murni Tanpa Calo

Baca juga: Masyarakat Wai Tak Setuju Jika Ganti Rugi Lahan Ambon New Port Rp 50 Ribu Per Meter

Sebelumnya, selain vonis badan, majelis hakim juga memvonis Tomasoa membayar denda sebesar Rp 10 miliar subsider tiga bulan kurungan lantaran terbukti melanggar pasal 114 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Untuk diketahui, terdakwa Tomasoa melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika bersama-sama dengan pegawai Lapas Anak dan Perempuan Ambon, terdakwa Marce Samalo, Irfan dan Edo yang bertindak sebagai kurir serta Roberto terpidana narkotika di Rutan Kelas II A Ambon.

Diketahui, terdakwa Irfan dan Edo merupakan kurir narkotika golongan satu bukan tanaman jenis sabu yang disuruh terdakwa Roberto Kainama (BAP terpisah) untuk mengambil sabu di Kampung Ambon Jakarta.

Sedangkan terdakwa Iren menggunakan nomor rekening banknya untuk mentransfer uang Rp 9 juta kepada Irfan sebagai biaya tiket penerbangan Ambon-Jakarta pulang pergi termasuk biaya hidupnya.

Aksi permufakatan jahat para terdakwa terungkap setelah petugas BNNP Maluku bersama Polresta Ambon mengungkap adanya upaya penyelundupan sabu ke dalam lapas.

Petugas kemudian menggeladah rumah maupun ruangan kerja Iren yang merupakan pegawai Rutan Kelas IIA Waiheru Ambon

Terdakwa Roberto mengatakan bila hasil penjualan 41,35 gram sabu yang ditaksir sekitar Rp125 juta akan dibagi kepada para terdakwa, termasuk dua ASN tersebut. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved