Breaking News:

Maluku Terkini

Omzet Pedagang Jajanan Khas Kepulauan Kei Turun Hingga 80 Persen

Tingkat kunjunan wisatawan lokal maupun mancanegara selama pendemi menjadi penyebab turunnya tingkat pembelian.

Penulis: Risman Serang | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Risman Serang
Jajanan Khas Kepulauan Kei 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Risman Serang

TUAL TRIBUNAMBON.COM - Pendapatan pedagang jajanan khas Kepulauan Kei mengalami penurunan omzet hingga 80 persen selama pandemic Covid-19.

"Biasanya setiap hari dapat 1 juta hingga 2 juta, namun saat pandemi pendapatan menurun hingga 500 ratus perharinya," ujar salah seorang pedagang, Nuryani Taurotubun kepada tribunAmbon.com jumat (8/10/2021) siang.

Tingkat kunjunan wisatawan lokal maupun mancanegara selama pendemi menjadi penyebab turunnya tingkat pembelian.

Alhasil, omzet mereka juga menurun drastis.

"Kebanyakkan pembeli dari luar kota Tual seperti jawa papua bahkan dari jakarta, namum sekarang massa pendemi seperti ini turis sedikit bahkan tidak ada sama selaki," lanjutnya

Baca juga: Akhirnya, Warga Air Buaya-Pulau Buru Menikmati Layanan Listrik 24 Jam Mulai Hari Ini

Baca juga: Maluku FC Pastikan Tiket Menuju Final Liga 3 Maluku Usai Menang Tipis atas Tulehu

Nuryani hanya bisa berharap, pandemi segera berakhir agar pemasukannya bisa kembali seperti sedia kala.

"Ya mau buat bagaimana, ada dan tidak ada kita tetap bersyukur saja," katanya

Dari pantauan tribunAmbon.com dilokasi ada 9 lapak pedagang yang menjual berbagai jenis olahan jajanan khas kota Tual itu.

Jajan yang didapatkan dari Desa Debut dan Desa Ngilngof seperti, embal kacang, kacang botol, embal keju, embal keju susu, stick embal rasa original, stick embal rasa balado, embal bunga (embal love).

Harga yang dijual pun bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu perbungkusnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved