Breaking News:

Nasional

SBY Sarankan Indonesia Terapkan Green Economy

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan agar Indonesia dapat menggunakan model, sistem, dan praktik ekonomi yang cocok dengan ta

Editor: Adjeng Hatalea
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan agar Indonesia dapat menggunakan model, sistem, dan praktik ekonomi yang cocok dengan tantangan abad ini dalam membangun dan menjalankan ekonominya.

Menurut SBY, yang cocok dengan kondisi saat ini bagi Indonesia adalah dengan menerapkan green economy.

"Dalam membangun dan menjalankan ekonomi, pilihlah model, sistem, dan praktik ekonomi yang cocok dengan tantangan abad ini. Saya katakan green economy, salah satu ideologi abad 21," kata SBY di acara International Conference on Islamic Sstudies(ICIS) bertema Islam and Sustainable Development yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh secara daring, Senin (4/10/2021).

Menurut SBY, ekonomi yang sangat kapitalistik hanya akan mengancam keberlangsungan manusia dan bumi.

Sejak abad 17-18, kata dia, ekonomi terus tumbuh dengan luar biasa, tetapi dampaknya adalah sumber-sumber kehidupan terkuras melebih kepatutannya, lingkungan tercemar, bumi makin panas, serta ketimpangan dan ketidakadilan yang makin parah.

"Ekonomi yang hanya mengejar pertumbuhan dengan segala hukum dan mekanisme pasar yang absolut, itu mengancam keberlangsungan manusia dan bumi. Di mana-mana sudah mulai muncul terhadap bagaimana bagusnya sistem kebijakan dan praktik ekonomi yang kita anut," kata SBY.

SBY menilai, ada sesuatu yang salah dengan ekonomi dan pembangunan yang dilakukan saat ini.

Dengan demikian, kata dia, kewajiban dunia saat ini adalah agar semua bangsa di dunia harus melakukan transformasi besar menuju green economy dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.

"Yang tidak mau bertransformasi akan tersisih, tertinggal. Kita tidak ingin Indonesia tersisih atau tertinggal, oleh karena itu kita harus melakukan segala sesuatu," ujar dia.

Apalagi, kata dia, penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 300 juta lebih pada tahun 2035 dan kelas konsumennya meningkat mendekati lebih dari 130 juta sebelum tahun 2030.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved