Breaking News:

Video Viral

Dengar Curhat Valerina, Benhur Sesalkan Lambatnya Penanganan Medis

Usai mendengar cerita Valerina, Anggota Komisi I DPRD Maluku, Benhur Watubun mengaku kecewa dengan penanganan medis dari pemerintah setempat.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Istimewa
Komisi I DPRD Maluku sambangi korban bom bunuh diri asal Maluku di Gereja Katedral Makassar, Jumat (1/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Setelah viral video tagih janji pemerintah, Komisi I DPRD Maluku sambangi Valerina Selitubun, salah satu korban bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Maret 2021.

Usai mendengar cerita Valerina, Anggota Komisi I DPRD Maluku, Benhur Watubun mengaku kecewa dengan penanganan medis dari pemerintah setempat.

Pasalnya, enam bulan setelah kejadian, penanganan medis para korban tidak optimal.

“Saya sesalkan, lambatnya penanganan dari istana, sudah enam bulan bergulir namun realitanya penanganan medis tersendat sendat bagi korban bom bunuh diri.” Kata Benhur Watubun kepada wartawan, Jumat (1/10/2021).

Menurutnya, dalam situasi seperti itu, negara harusnya hadir untuk memberikan langkah kongkrit kepastian penanganan hingga korban sembuh dan kembali beraktivitas seperti semula.

“Karena ini tentunya mempengaruhi psikologi dari para korban, maka saya interupsi langsung pada rapat resmi banggar DPRD Maluku, lalu mintakan virtual langsung dengan Pimpinan DPRD Maluku,” ungkapnya.

Baca juga: Viral Video Tagih Janji Pemerintah, DPRD Maluku Langsung Bantu Korban Bom Katedral

Baca juga: Viral Video Korban Bom Katedral Asal Maluku Tagih Janji Pemerintah

Dalam kesempatan itu, Komisi I DPRD  langsung memberikan bantuan tunai kepada korban.

Lanjutnya dijelaskan, bantuan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat bagi pihak legislatif Maluku.

“Kami tidak tinggal diam melihat adik-adik kami, ada kepedulian yang besar juga melihat kondisi para korban,” cetusnya.

Ia mengharapkan, kedepan para korban dapat tertangani dengan baik, dan negara turut ada bersama sama dalam proses ini hingga semua penanganan medis terselesaikan dengan baik.

Diberitakan sebelumnya, Valerina Selitubun, mahasiswa korban Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Maret 2021 menagih janji pemerintah akan bantuan pengobatan yang tidak kunjung datang.

Hal itu diungkapkan Selitubun dalam video yang diunggah akun TikTok @Farahk Aman.

“Saya juga telah dijanjikan oleh pemerintah untuk pengobatan namun sampai saat ini kami tidak diperhatikan pemerintah,” ungkap Selitubun dalam video berdurasi 2.35 menit itu. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved