Breaking News:

Ambon Hari Ini

AK Jadi Tersangka Lakalantas, Keluarga Korban Sebut Satlantas Ambon Salah Sasaran

Penetapan tersangka itu pun diprotes keluarganya, mereka menilai Satlantas Polresta Pulau Ambon dan Pp keliru dalam menetapkan tersangka.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Efendy Awan, Paman korban laka lantas di Kawasan Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Abudrahman Kiong Kalauw, warga Asilulu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ditetapkan jadi tersangka kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang terjadi di Jl. I.R Putuhena, tepatnya di depan kantor Camat Teluk Ambon, Rabu (12/5 2021).

Penetapan tersangka itu pun diprotes keluarganya, mereka menilai Satlantas Polresta Pulau Ambon dan Pp keliru dalam menetapkan tersangka.

Menurut Paman tersangka, Efendy Awan, seharusnya yang menjadi tersangka adalah pengemudi minibus yakni Riki Pratama.

Pasalnya, saat kejadian perkara, bagian depan kanan minibus yang dikemudikan Riki menabrak sepeda motor yang dikendarai Abdurahaman bersama Yuni Nurlete hingga terjatuh.

Abdurahaman sendiri mengaku melihat mobil Riki Pratama telah masuk jalur sepeda motor.

Baca juga: 250 Rumah Warga Tawiri-Ambon Terancam Digusur Menyusul Kasus Sengketa Lahan dengan TNI AU

Baca juga: Ambon Jadi Kota Pertama di Maluku yang Telah Capai Herd Immunity

“Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, kenapa pengemudi mobil, Riki Pratama, itu tidak ditetapkan tersangka, malah, pengedara sepeda motor bersama korban yakni Abdurahman Kiong Kalaluw, yang ditetapkan penyidik sebagai tersangka. Bahkan saat ini, berkas perkara kasus ini, sudah lengkap dan telah dilimpah ke pengadilan negeri Ambon menunggu jadwal sidang,” kesal Efendy kepada Wartawan di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (30/9/2021) sore.

Selain itu, dia menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses penyidikan, yakni dua orang saksi mata dalam kejadian tidak dipanggil saat rekonstruksi kejadian.

Lainnya yakni, laporan polisi tidak diberikan penyidik dengan alasan tidak jelas.

“Kita ini kan pencari keadilan. Kan kita pihak korban, saat kita ke sana, minta laporan sebagai pihak pelapor, mereka berdalih dengan alasan yang kurang jelas. Maka jelas, ada sesuatu yang aneh, mengapa  pengendara sepeda motor yang membonceng korban bisa dijadikan tersangka, sementara pengemudi mobil ini tidak,” tegasnya.

Efendy berharap, Kapolda Maluku campur tangan dalam kasus ini untuk memastikan proses hukum berjalan seadil-adilnya

“Kasihan, kita sudah korban baru kita datang minta laporan polisi, mereka beralasan yang tidak masuk akal. kita juga tidak diberitahu informasi perkembangan kasus, tiba-tiba ketika dicek ternyata berkas sudah limpah ke pengadilan. Saya saat itu kaget, karena yang jadi tersangka bukan pengemudi mobil tapi pengendara sepeda motor. Pak Kapolda, kita minta segera menyikapi hal ini, kalau tidak, kami masyarakat adat di Leihitu ancam akan melakukan aksi yang besar-besar di kantor polisi,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Jumat (1/10/2021), tribunambon.com masih mencoba menghubungi Kasatlantas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved