Breaking News:

Ambon Hari Ini

Louhenapessy Lampu Hijau PTM Terbatas, Sekolah di Ambon Harus Penuhi Syarat Ini

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy akhirnya mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas

TribunAmbon.com / Lukman
MALUKU: Dengan menerapkan prokes, sejumlah siswa sekolah tatap muka. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy akhirnya mengizinkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Ambon.

Meski demikan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sekolah-sekolah sebelum mendapatkan izin PTM.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, John Sanders mengatakan syarat vaksinasi, pembentukan tim satgas covid-19 di masing-masing sekolah dan kelengkapan sarana dan prasaran kesehatan jadi syarat wajib untuk pelaksanaan PTM terbatas.

“Kan kita punya proses pembelajaran ini kan masih dari rumah, lalu kemudian kita bisa tatap muka. Selain 80 persen siswa tervaksinasi, guru sudah divaksinasi, sekolah sudah harus bentuk tim covid-19, seluruh prasarana kesehatan sudah tersedia,” kata Sanders kepada TribunAmbon.com di Balai Kota Ambon, Kamis (30/9/2021) sore.

Baca juga: Polisi Amankan Ratusan Karung Bahan Kimia Berbahaya di Pelabuhan Namlea, Pentury; Kami Tidak Tau

Baca juga: Rapid Tes Jadi Syarat Siswa dan Guru Ikut PTM di Ambon

Lanjut dikatakannya, prosedur operasi standar (SOP) siswa masuk sekolah hingga pulang juga harus jelas.

“Dan dia punya SOPnya, siswa dari rumah masuk lewat mana, sampai kelas duduk dimana, tidak bisa istirahat, kantin tidak dibuka, aktifitas olahraga tidak bisa berjalan. Semua itu. Sampai dia kembali dirumah. Cuma kita tidak tahu ini dia dari rumah ikut jalur apa, kendaran apa, dengan siapa dia jumpa, itu harus nanti terdeteksi,” tambahnya.

Selain empat syarat sebelumnya, rapid tes juga wajib dilakukan bagi guru dan siswa sebelum masuk sekolah, guna memastikan tak ada yang positif saat PTM.

“Salah satunya juga syarat pembelajaran tatap muka terbatas itu dilakukan rapid tes kepada siswa dan para guru. Sebelum mereka masuk ke sekolah supaya kita bisa tahu yang ikut pembelajaran adalah bebas covid-19,” lanjutnya.

Sanders menjelaskan, pengetatan dalam PTM terbatas ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus positif covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia.

“Kita juga tidak inginkan sekolah jadi klaster baru, daerah lain kan sekolah jadi klaster baru, lalu kemudian pak Wali sangat hati-hati sekali Kami juga hati-hati untuk PTM. Agar supaya betul-betul, kita punya generasi itu terjaga,” tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved