Breaking News:

Ambon Terkini

Tak Punya Aplikasi Peduli Lindungi, Louhenapessy Bolehkan Pengunjung Mall Tunjukan Kartu Vaksin

Aplikasi PeduliLindungi jadi salah satu syarat bagi pengunjung mall selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMK) Level 2 di Ambon

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Dokumentasi Ethly J. Alfaris
AMBON: Salah seorang pegawai KSOP Kelas I Ambon menunjukan kartu vaksin usai di vaksin sinovac, Senin (22/3/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Aplikasi PeduliLindungi jadi salah satu syarat bagi pengunjung mall selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMK) Level 2 di Ambon.

Syarat penggunaan aplikasi yang dikembangkan Kementerian Kominfo RI itu, tertuang dalam Instruksi Wali Kota Nomor 10 Tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM Basis Mikro Level tanggal 21 September hingga 4 Oktober 2021.

Meski demikian, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, masyarakat Kota yang hendak masuk ke Mall atau pusat perbelanjaan dapat menunjukan kartu vaksin, jika tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi.

“Jika tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi bisa menunjukan kartu Vaksin. Tidak ada masalah untuk itu,” ujar Louhenapessy di Balai Kota Ambon, Rabu (29/9/2021).

Dikatakan, kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi jadi bagian dari edukasi kepada masyarakat, agar nantinya tidak canggung saat berpergian ke daerah lain.

“Selain kepentingan kesehatan, penggunaan aplikasi ini juga bagian dari edukasi masyarakat agar tidak canggung, ketika berpergian ke kota lain, seperti Makassar, Surabaya, dan Jakarta,”terangnya.

Louhenapessy menuturkan, penggunaan aplikasi juga diwajibkan ketika hendak memasuki mall atau pusat perbelanjaan di kota – kota itu.

“Jangan sampai mau masuk Mall, ketika diwajibkan menggunaan aplikasi masyarakat Kota Ambon malah kebingungan karena belum terbiasa,” jelasnya.

Ke depannya, lanjut Louhenapessy, Aplikasi PeduliLindungi akan berperan penting dalam aktivitas masyarakat termasuk penggunaannya sebagai alat pembayaran yang saat ini tengah dikembangkan oleh Pemerintah Pusat.

Dengan manfaat yang beragam tersebut, dirinya berharap masyarakat Kota Ambon dapat beradaptasi dengan penggunaan aplikasi yang notabene merupakan dampak dari kemajuan teknologi.

“Pilihan ada di tangan kita, mau adaptasi atau tidak. Kalau mau adaptasi pasti kita maju, tetapi kalau tidak mau itu juga pilihan, tetapi pasti kita akan tertinggal dari daerah lain,” tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved