Breaking News:

Politisi Terjerat Narkoba

Politisi Ronny Sianressy Akui Kecanduan Narkoba hingga Sakit Paru dan Jantung

Kader Partai Golkar, Ronny Sianressy mengaku kecanduan narkoba. Dia telah mengonsumsi narkoba selama satu tahun ke belakang.

Facebook
Politisi Partai Golkar Maluku, Ronny Sianressy. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kader Partai Golkar, Ronny Sianressy mengaku kecanduan narkoba. Dia telah mengonsumsi narkoba selama satu tahun ke belakang.

Kepada hakim, Sianressy mengaku mengkonsumsi narkoba sebagai penambah stamina tubuh.

"Saya mengakui ketergantungan. Karena sudah satu tahun pakai, Ini untuk menambah stamina untuk bekerja. Saya menyesal majelis hakim," kata Sianressy dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (27/9/2021) sore.

Baca juga: Politisi Partai Golkar Maluku Terjerat Kasus Narkoba untuk Kedua Kalinya

Sianressy juga menyebutkan, akibat penggunaan narkotika berdampak bagi kesehatan tubuhnya.

Meski menambah stamina, dia divonis menderita penyakit paru-paru dan gangguan jantung, sehingga pernah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Ambon.

"Saya sakit dan pernah dirawat di rumah sakit bayangkara. Saya kena penyakit paru. Dokter saat itu bilang akibat dari gunakan sabu dia punya paru dan jantung ganggungan," tambahnya.

Sebelumnya, terdakwa ditangkap petugas Satres Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, sekitar pukul 23.00 WIT, Kamis (24/6/2021).

Terdakwa diciduk dari kamar kos di Waringin, Batu Gantong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Rony yang merupakan salah satu Kuasa Hukum Partai Golkar ini ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dan Sabu 1 Alat hisap sabu atau bong.

Barang haram tersebut ditemukan di dalam kantong plastik bening berukuran kecil.
Jaksa Penuntut Umum akhirnya mendakwa terdakwa melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved