Breaking News:

Ambon Hari Ini

Pemkot Ambon Nilai Masalah di Urimesing Hanya Salah Paham, Sarankan Musyawarah

Asisten pemerintahan Kota Ambon Elkyopas Silooy menilai persoalan penetapan Keluarga Tisera menjadi mata rumah parentah hanyalah salah paham.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Alfin Risanto
Puluhan warga Negeri (Desa) Urimesing, Kota Ambon protes penetapan Keluarga Tisera menjadi mata rumah parentah. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON,TRIBUNAMBON.COM – Asisten pemerintahan Kota Ambon Elkyopas Silooy menilai persoalan penetapan Keluarga Tisera menjadi mata rumah parentah hanyalah salah paham.

Dia pun meminta warga Negeri (Desa) Urimessing menyelesaikan persoalan internal itu dengan musyawarah.

Hal itu menanggapi aksi unjukrasa sekelompok warga Urimessing di kantor Balai Kota Ambon, Selasa (28/9/2021) siang.

"Masalah Saniri Negeri dengan masyarakat adat di urimesing dalam hal ini Soa- Soa sehingga terjadinya protes protes seperti yang dilakukan tadi di depan Kantor Balai Kota Ambon sebernanya itu biasa saja," ucapnya pada TribunAmbon.com di Balai kota Ambon.

Meski begitu, pemerintah kota menerima dan menampung aspirasi para pengunjukrasa.

Dia pun berharap, warga bisa menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik-baik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Pemkot Ambon Dinilai Tidak Profesional Soal Dokumen APBD, Far Far; Hilangkan Kebiasaan Buruk Itu

Baca juga: Warga Protes Penetapan Mata Rumah Parentah Negeri Urimesing

Diberitakan, puluhan warga Negeri (Desa) Urimesing, Kota Ambon protes penetapan Keluarga Tisera menjadi mata rumah parentah.

Protes itu disampaikan dalam aksi unjukrasa yang digelar di depan Kantor Balai Kota Ambon, Selasa (28/9/2021) siang.

Dalam aksinya, warga membawa sejumlah poster dan berorasi secara bergantian menyampaikan tuntutan aksi.

Kapala Soa Mata Rumah Samaleleway, Haja Elias Samaleleway menilai penetapan keluarga Tisera menjadi mata rumah parentah cacat hukum.

Pasalnya, penghitungan suara penetapan mata rumah parentah tidak sah karena empat soa tidak hadir.

Dia pun menyesalkan, karena saniri negeri tetap mensahkan penetapan itu. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved