Breaking News:

Ambon Hari Ini

Pemkot Ambon Belum Bayar Hutang, Harry Far-far; Padahal Sudah Pinjam Rp. 50 Milyar

Ia menerangkan, esensi awal dari peminjaman hutang sebesar 50 miliar itu, semata-mata untuk pelunasan hutang Pemkot Ambon.

Mesya Marasabessy
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far Far saat diwawancarai, Selasa (28/9/2021) pagi. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far Far pertanyakan esensi awal Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam peminjaman Rp. 50 Miliar untuk pelunasan hutang-piutang.

“Beberapa waktu lalu Pemkot Ambon melakukan peminjaman uang senilai kurang lebih 50 miliar. Waktu itu esensi awal yang kita sepakati untuk melakukan peminjaman itu adalah untuk pelunasan hutang-hutang yang dilakukan Pemkot Ambon,” kata Harry kepada wartawan di Baileo Belakang Soya Ambon, Selasa (28/9/2021) pagi.

Ia menerangkan, esensi awal dari peminjaman hutang sebesar 50 miliar itu, semata-mata untuk pelunasan hutang Pemkot Ambon.

Yang didalamnya ada termasuk hutang pihak ketiga, TPP pegawai, termasuk tunjangan RT/RW dan lainnya.

Baca juga: Masyarakat Umum di Pulau Buru Sudah Terima Vaksin Moderna sejak Agustus Lalu

Baca juga: Bulog Maluku Berhenti Serap Beras dari Petani Lokal di Pulau Buru, Kobisonta dan Kairatu

Namun, setelah dana dikucurkan, hutang-piutang itu belum dilunasi.

“Didalamnya itu ada hutang pihak ketiga, TPP pegawai dan sebagainya karena saat dipaparkan kepada kami juga tidak secara rinci. Sementara dana yang sudah dikucurkan sekitar dua lebih sampai dengan hari ini masih ada hutang-hutang yang belum dilunasi,” ungkapnya.

Harry menuruturkan, peminjaman hutang Rp. 50 miliar ini akan digiring untuk dipertanyakan dan dibawa dan dalam rapat kerja komisi.

“Nanti kita akan panggil mitra yang berkaitan dengan peminjaman ini untuk kita tanyai alokasi 50 miliar ini dipakai untuk apa dan kenapa sampai hari ini belum ada pelunasan terkait dengan hutang-hutang yang menjadi esensi awal peminjaman,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak DPRD juga akan melakukan pemeriksaan terkait dengan bagaimana proses pengembalian dari hutang 50 miliar nantinya.

Menurut dia, agar di akhir masa jabatan kepemimpinan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy segala macam persoalan hutang-piutang harus tuntas agar tidak dibebankan di masa pemerintahan selanjutnya.

“Kita juga akan kroscek terkait dengan proses pengembalian hutang 50 miliar ini karena ini harus kita kawal sehingga di akhir masa jabatan Pak Wali Kota ini sudah harus selesai dan tidak dibebankan ke Wali Kota selanjutnya atau ke pemerintahan selanjutnya,” tandas Harry. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved