Breaking News:

Ambon Terkini

Kata Akhir Fraksi, Perindo Minta Pemkot Lunasi Lahan SD 50 dan 64 Ambon

Fraksi Perindo DPRD Kota Ambon meminta Pemerintah Kota (Pemkot) segera melunasi lahan SD 50 dan 64 Ambon.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Mesya
AMBON: Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far-Far. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Fraksi Perindo DPRD Kota Ambon meminta Pemerintah Kota (Pemkot) segera melunasi lahan SD 50 dan 64 Ambon.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Fraksi Perindo DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far Far usai penyampaian kata akhir fraksi.

“Terkait dengan kata akhir Fraksi Perindo itu pada dasarnya kami menerima APBD perubahan tapi ada beberapa catatan penting didalamnya yang sangat krusial seperti terkait dengan pelunasan lahan yang sampai hari ini belum dilunasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon,” kata Harry kepada wartawan, Selasa (28/9/2021) siang.

Ia menerangkan, pelunasan lahan sekolah ini perlu segera dilakukan sebelum mengakhiri masa jabatan pemerintahan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy.

“Padahal kita tahu bahwa pengalihan aset itu ada dalam masa kepemimpinan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy yang tinggal beberapa bulan lagi akan berakhir. Kami ingin saat masa kepemimpinan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy bersama dengan Wakil dan Sekretaris Kota mengakhiri masa jabatannya ini tidak lagi meninggalkan hutang-hutang,” tuturnya.

Lanjut Harry, sekolah itu awalnya dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku lalu kewenangannya dialihkan ke Pemkot Ambon.

Lahan itu pula sudah dipakai dan difungsikan, namun sampai hari ini peoses pelunasannya belum ada.

“Dimana lahan itu juga sudah dipakai dan difungsikan tapi sampai hari ini proses pelunasannya itu belum ada. Padahal penyerahan aset ini dari tahun 2018, tapi sampai hari ini belum ada titik terang mengenai pelunasan maupun kesepakatan dengan ahli waris,” ungkap Harry.

“Semuanya ini bisa diselesaikan supaya memang tidak meninggalkan catatan merah dan catatan tidak baik juga ditinggalkan yang menjadi warisan pada masa periode dibawah kepemimpinan Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy,” tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved