Breaking News:

Kasus Korupsi Bank Maluku

3 Tersangka Kasus Korupsi Bank Maluku Resmi Ditahan di Rutan Polres Pulau Buru

Tiga tersangka kasus korupsi keuangan PT. Bank Maluku-Maluku Utara, Cabang Pembantu Mako di Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, hari ini resmi ditahap d

Penulis: Andi Papalia | Editor: Adjeng Hatalea
Andi Papalia
Polisi tetapkan tiga tersangka kasus korupsi di Bank Maluku cabang Mako, Kecamatan Waepo, Kabupaten Buru, Maluku, Senin (27/9/2021). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Tiga tersangka kasus korupsi keuangan PT. Bank Maluku-Maluku Utara, Cabang Pembantu Mako di Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, hari ini resmi ditahap di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Pulau Buru.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru, Muhtadi, saat menggelar konferensi pers di kantor Kejari Buru, pukul 15:32 WIT, Selasa (28/9/2021).

"Dalam rangka mempermudah proses penuntutan, maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Buru, membuat penahanan ketiga tersangka, selama 20 hari, terhitung mulai hari ini," kata Muhtadi.

Yakni, penahanan itu mulai sejak 28 September hingga Oktober 2021.

"Penahanan kami buat di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Pulau Buru, karena LP Namlea bisa menerima, apabila sudah menjadi tahanan pengadilan," ujarnya

Muhtadi menjelaskan, sebelum masa penahanan selama 20 hari ini selesai, perkaranya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Ambon

Seperti diberitakan, ketiga tersangka, yakni SMP merupakan Pimpinan Cabang Pembantu (PCP) Mako, BSA sebagai teller tunai dan EMH selaku teller tabunganku.

Sesuai hasil perhitungan auditor, dari Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Maluku, kerugian keuangan negara senilai Rp 4,1 miliar.

Perbuatan oleh tersangka SMP, BSA dan EMH dibuat secara bertahap, sesuai kebutuhan dalam jumlah kecil, sejak bulan Juni 2016 sampai November 2019, hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 4.106.330.000

Dengan rincian, tersangka SMP senilai Rp 21.500.000, tersangka BSA Rp 2.042.414.000, dan tersangka EMH Rp 2.042.414.000.

Kemudian, telah dilakukan penyelamatan keuangan negara senilai Rp130.141.000, terdiri dari pengembalian dari tersangka SMP sebesar Rp 21.500.000, BSA Rp 72.961.000 dan EMH Rp 35.680.000.

atas perbuatan ketiganya itu, mereka disangkakan Pasal 2 Ayat 1 dan atau Pasal 3 Jo, Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo, Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Jo, Pasal 64 Ayat 1 KUHPidana.

"Dengan ancaman penjara 20 tahun," ujar Muhtadi.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved