Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Muncul Klaster Covid-19 Akibat PTM, Satgas Ingatkan Sekolah Hati-hati

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan pihak sekolah untuk berhati-hati dan mengutamakan penerapan protoko

Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar
Suka Cita Siswa SD di Masohi saat memulai Sekolah Tatap Muka di ruang kelas. Masohi, Senin (6/9/2021) 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan pihak sekolah untuk berhati-hati dan mengutamakan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona dalam menggelar pembelajaran tatap muka.

Hal ini menyusul munculnya klaster baru Covid-19 akibat pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah daerah di Indonesia.

"Saya meminta kepada satuan pendidikan agar dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka secara hati-hati dan selalu mengutamakan kesehatan peserta didik dari penularan Covid-19," kata Wiku dalam konferensi pers daring, Kamis (23/9/2021).

Wiku mengingatkan pihak sekolah memperhatikan proses skrining kesehatan, pengaturan kapasitas ruangan, dan jarak antarorang dalam pembelajaran tatap muka.

Selain saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, pihak sekolah juga diminta memperhatikan peluang penularan virus di rumah dan di perjalanan. Pastikan siswa dan tenaga pengajar disiplin mematuhi protokol kesehatan.

"Berbagai kasus positif Covid-19 yang terjadi pada peserta didik di berbagai daerah harus dijadikan pelajaran penting bagi daerah lain sehingga kasus serupa tidak terulang dan PTM dapat dijalankan dengan aman," ujar Wiku.

Adapun data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) per 23 September 2021 menunjukkan, dari 47.033 sekolah yang disurvei, sebanyak 2,77 persen sekolah tercatat menimbulkan klaster Covid-19 akibat pembelajaran tatap muka.

Meski kasus tidak naik secara signifikan, Wiku mengingatkan bahwa sekecil apa pun kasus yang terjadi, jika tidak ditindaklanjuti dengan tracing maupun treatment, maka dapat memperluas penularan.

Oleh karenanya, apabila ditemukan kasus positif dalam pembelajaran tatap muka, sekolah wajib menerapkan penutupan dan segera melakukan disinfeksi, pelacakan, dan testing kontak erat.

"Selain itu lakukan evaluasi penerapan pembatasan khususnya terkait penerapan protokol kesehatan," kata Wiku.

(Kompsa.com / Fitria Chusna Farisa / Dani Prabowo)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved