Breaking News:

Nasional

Bertemu Dubes Arab Saudi, Kemenag Lobi agar Jemaah Indonesia Bisa Umrah

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi bertemu Duta Besar Arab Saudi Essam bin A

Editor: Adjeng Hatalea
Sky News
Pelaksanaan Haji 2020, para jemaah wajib untuk menaati protokol kesehatan agar terhindar dari virus corona. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Khoirizi bertemu Duta Besar Arab Saudi Essam bin Abed Al-Thaqafi.

Dalam pertemuan itu, Khoirizi melobi Pemerintah Arab Saudi agar Indonesia bisa memberangkatkan jemaah umrah.

"Kami berharap Pemerintah Arab Saudi segera mencabut suspend dan memberi kesempatan kepada jemaah umrah Indonesia untuk bisa berangkat ke Tanah Suci," kata Khoirizi dilansir dari laman resmi Kemenag, Kamis (23/9/2021).

Menurut Khoirizi, penanganan Covid-19 di Indonesia kini terus membaik. Jemaah umrah Indonesia juga siap untuk mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Arab Saudi bisa memberi prioritas bagi Indonesia karena memiliki jemaah umrah terbanyak.

"Ada lima negara pengirim jemaah umrah terbanyak, yaitu Pakistan, Indonesia, India, Turki, dan Mesir, yang belum bisa mengirimkan jemaah umrahnya," ujar dia. 

"Kami berharap jemaah umrah Indonesia diprioritaskan untuk bisa segera diberangkatkan," kata dia.

Sementara itu, kata Khoirizi, Duta Besar Arab Saudi Essam bin Abed Al-Thaqafi kembali menegaskan bahwa Saudi tidak pernah melarang umat Islam Indonesia untuk melaksanakan umrah.

Menurut dia, pengaturan dilakukan semata dalam rangka mengatasi pandemi terlebih hubungan Arab Saudi dan Indonesia juga sangat baik.

"Essam mengaku baru saja melaporkan kepada otoritas Arab Saudi bahwa kasus Covid-19 di Indonesi sudah mulai melandai," ujar Khoirizi.

Informasi ini disampaikan Essam agar menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Arab Saudi.

Menurut Khoirizi, Essam menyampaikan bahwa meski umrah sudah dibuka sejak Muharam 1443 Hijriah untuk beberapa negara, peminatnya masih sepi, hanya sekitar 1.000-1.500 orang.

"Dia mengatakan hal ini disebabkan prosedur penyelenggaraan umrah yang sangat ketat, demi mencegah penyebaran pandemi," ucap Khoirizi.

(Kompas.com / Sania Mashabi / Icha Rastika)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved