Breaking News:

Pembunuhan di JMP

Minta Dibebaskan, Noija Sebut RB Dorong Tubuh Korban Firman karena Diancam

Terdakwa pembunuh Firman alias Latole diatas Jembatan Merah Putih, Kota Ambon, RB (16) meminta majelis hakim untuk membebaskannya.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Terdakwa pembunuh Firman alias Latole diatas Jembatan Merah Putih, Kota Ambon, RB (16) meminta majelis hakim untuk membebaskannya.

Hal itu disampaikannya melalui kuasa hukum terdakwa Fileo Pitos Noija dan Marzel Hehanusa di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (17/9/2021) sore.

“Meminta untuk membebaskan terdakwa RB dari dakwaan dan tuntutan hukum yang di ajukan oleh Jaksa penuntut umum, memerintahkan agar terdakwa segera dibebaskan dari tahanan serta memerintahkan kepada jaksa penuntut umum agar rehabilitasi nama baik terdakwa,” kata Noija.

Pasalnya, saksi Ahdin Pattilouw (21) yang adalah pelaku utama perkara ini mengancam terdakwa agar mau membantu mengangkat tubuh korban dan mendorong dari atas JMP.

“Perbuatan yang dilakukan terdakwa itu karena didorong oleh rasa takut akibat ancaman yang dilakukan oleh saksi Ahdin,” tambah Noija.

Noija menyebut terdakwa tak ada niatan yang sama dengan saksi Ahdin. Sehingga tak dapat memenuhi unsur sebagai pelaku tindak pidana.

Baca juga: Widya Murad Minta Permainan Tradisional Maluku Dipopulerkan Kembali

Baca juga: Disdamkar Pangkas Pohon, Pengendara yang melintasi Jln Dr Tamaela Kota Ambon Diminta Bersabar

“Tindakan terdakwa anak melakukan tindakan mengangkat korban dan mendorong tubuh korban kearah saksi Ahdin bukan didasarkan adanya niat yang menyatu dengan niat saksi Adin sehingga tidak dapat divonis atau disimpulkan bahwa perbuatan terdakwa tersebut telah memenuhi unsur sebagai pelaku tindak pidana mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan atau turut melakukan perbuatan,” sebutnya.

Dengan pembelaan yang telah disampaikan dalam sidang tertutup, Noija juga meminta agar Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Rahmat Selang untuk memutuskan terdakwa tidak terbukti bersalah.

“Kami memohon majelis hakim menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan oleh jaksa penuntut umum berdasarkan pasal 338 KUHP pidana Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP pidana,” pintanya.

Setelah penyampaian pembelaan, sidang ditunda untuk mendengarkan putusan hakim.

Sebelumnya, RB menjadi salah satu terdakwa pembunuhan Firman alias Latole bersama dengan tersangka Ahdin Pattilouw.

Sementara RB menjalani persidangan, berkas perkara tersangka Ahdin baru masuk dalam tahap dua dan penyerahan tersangka ke Kejaksaan Negeri Ambon, Kamis (16/9/2021) kemarin. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved