Breaking News:

Pembunuhan di JMP

Bukan Pelaku Utama Pembunuhan Firman di JMP-Ambon, RB Dituntut 6 Tahun Penjara

Terdakwa Rahman Bahari alias Babang (16) dituntut enam tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Ambon , Chrisman Sahetapy.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Alfin
AMBON: Unit Reskrim Polsek Teluk Ambon mengirimkan berkas tahap II kasus pembunuhan di bawah Jembatan Merah Putih dengan Tersangka RB (16), Kamis (2/9/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Terdakwa Rahman Bahari alias Babang (16) dituntut enam tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Ambon , Chrisman Sahetapy.

Pasalnya, terdakwa turut serta menghilangkan nyawa Firman alias Latole dari atas Jembatan Merah Putih (JMP) Kota Ambon pada Agustus 2021 lalu.

"Memohon Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada anak Rahman Bahari alias babang dengan pidana penjara selama 6 tahun, menetapkan bahwa masa penahanan yang telah dijalani oleh anak dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan memerintahkan agar anak tetap berada dalam tahanan," kata JPU dalam persidang secara tertutup di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (15/9/2021) sore.

JPU menilai, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan tindak pidana pembunuhan.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 338 Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP pidana dalam dakwaan subsider jaksa penuntut umum," lanjut JPU.

Meski masih dibawah umur, JPU mempertimbangkan terdakwa bersama-sama dengan pelaku utama, yakni Ahdin Pattilouw (berkas perkara terpisah) yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sedangkan ada beberapa poin yang meringkan hukuman terdakwa, seperti berdasarkan surat Jaksa Agung muda tindak pidana umum berdasarkan Surat Edaran Nomor B-1053/E/EJP/04/2012, tanggal 4 April 2012 yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia dengan perihal tuntutan pidana terhadap anak setengah dari ancaman minimum bagi orang dewasa.

"Anak Rahman Bahari alias Babang sebagai pelaku peserta dan melakukan sebagian unsur tindak pidana sedangkan sebagai pelaku utama adalah saksi Ahdin yang telah dewasa," ucapnya.

Selain itu, di depan persidangan anak, orang tua terdakwa dan korban juga saling memaaf-maafkan satu dengan yang lain.

JPU menambahkan, ibu korban juga sudah memaafkan anak Rahmab Bahari namun tidak memaafkan saksi Ahdin.

Usai mendengar tuntutan JPU, Hakim menunda persidangan hingga besok untuk mendengarkan pledoi penasihat hukum, Fileo Pistos Noija dan Marcel Hehanussa.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved