Breaking News:

Global

20 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Taliban ke Lembah Panjshir

BBC melaporkan sedikitnya 20 warga sipil tewas di Lembah Panjshir Afghanistan, dalam pertempuran antara Taliban dan pasukan perlawanan Afghanistan.

Editor: Adjeng Hatalea
(AFP PHOTO/AHMAD SAHEL ARMAN)
Seorang milisi berdiri bersama anggota pasukan pemerintah Afghanistan pada 19 Agustus 2021. Wakil Presiden Amrullah Saleh dan pemimpin milisi lokal Ahmad Massoud dilaporkan membentuk kembali kelompok perlawanan terhadap Taliban di Lembah Panjshir.(AFP PHOTO/AHMAD SAHEL ARMAN) 

PANJSHIR, TRIBUNAMBON.COM - BBC melaporkan sedikitnya 20 warga sipil tewas di Lembah Panjshir Afghanistan, dalam pertempuran antara Taliban dan pasukan perlawanan Afghanistan.

Komunikasi telah terputus di lembah terpencil itu sehingga membuat pelaporan menjadi sulit. Tetapi BBC memiliki bukti Taliban melakukan pembunuhan, meskipun ada janji untuk menahan diri.

Rekaman dari pinggir jalan berdebu di Panjshir menunjukkan seorang pria mengenakan perlengkapan militer dikelilingi oleh milisi Taliban.

Kemudian, tembakan berderu dan dia merosot ke tanah. Tidak jelas apakah pria yang tewas itu adalah seorang anggota tentara, sementara seragam tempur adalah hal biasa di wilayah tersebut.

Dalam video tersebut, seorang pengamat bersikeras bahwa dia adalah warga sipil.

BBC melaporkan setidaknya ada 20 kematian seperti itu di Lembah Panjshir.

Salah satu korban adalah seorang penjaga toko dan ayah dua anak bernama Abdul Sami. Sumber-sumber lokal mengatakan pria itu tidak akan melarikan diri ketika Taliban maju.

"Saya hanya pemilik toko yang miskin dan tidak ada hubungannya dengan perang," kata Sami menurut keterangan para tetangga melansir BBC.

Tapi dia ditangkap, dituduh menjual sim card ke pasukan perlawanan Afghanistan.

Beberapa hari kemudian mayatnya dibuang di dekat rumahnya. Saksi yang melihat tubuhnya mengatakan adanya tanda-tanda penyiksaan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved