Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Siap Diadili, Jaksa Penuntut Umum Limpahkan Berkas Hartanto Hoetomo ke Pengadilan Ambon

Kasi Penuntutan Kejaksaan Tinggi Maluku, Achmad Attamimi mengatakan pelimpahan berkas disertai dengan bukti-bukti surat.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
Tanita Pattiasina
Pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi taman kota dan pelataran parkir KKT, Provinsi Maluku di Pengadilan Negeri Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Berkas dakwaan tersangka kasus korupsi anggaran proyek taman kota dan pelataran parkir pada Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Hartanto Hoetomo telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (14/9/2021).

Kasi Penuntutan Kejaksaan Tinggi Maluku, Achmad Attamimi mengatakan pelimpahan berkas disertai dengan bukti-bukti surat.

"Hari ini, Kejari Saumlaki telah melimpahkan berkas atas nama Haryanto Hoetomo ke pengadilan," kata Attamimi di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa siang.

Setelah pelimpahan, JPU akan menunggu penetapan jadwal sidang serta majelis hakim yang akan mengadili perkara.

Baca juga: Dua Pelaku Rudapaksa Gadis 12 Tahun di Namlea-Buru, Diancam 15 Tahun Penjara

"Jadi setelah itu, kami dari pihak penuntut umum tinggal menunggu penetapan majelis hakim dan penetapan jadwal sidang yang akan digelarkan," tambahnya.

Sementara itu, tiga terdakwa dalam kasus yang sama telah menjalani persidangan.

Ketiganya yakni Adrianus Sihasale, frans Pelamonia dan Wilelma Fenanlambir.

"Tiga orang yang lain sudah delapan saksi sudah diperiksa. Jadi harapan kami ya perkara ini segera kami selesaikan bersama dengan frans, Adrianus dan wilelma," jelasnya.

Perbedaan persidangan antar para terdakwa dan tersangka terjadi lantaran Komisaris PT. Inti Graha Nusantara itu menjadi buronan hampir sebulan dan tertangkap pada 3 September lalu.

Hartanto ditangkap di  Jakarta Barat oleh  tim Tangkap Buron Kejagung RI bersama tim Kejati Maluku.

Tersangka dalam kasus bernilai Rp 4,5 miliar ini jadi buronan lantaran berulangkali mangkir dari panggilan jaksa untuk diperiksa sebagai tersangka.

Pria bertempat tinggal di Surabaya, Jawa Timur ini juga beralasan sakit terpapar Covid-19 serta mencari penasihat hukum.
Dalam proyek pembangunan Taman Kota KKT, Hartanto Hoetomo berperan sebagai kontraktor pekerjaaan pembangunan.

Proyek Taman Kota di Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu sendiri, menggunakan sumber anggaran dari APBD Kepulauan Tanimbar Tahun Anggaran 2017 senilai Rp 4,5 Miliar.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku, akibat perbuatan para terdakwa dan tersangka, negara mengalami kerugian hingga Rp 1,38 milliar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved