Breaking News:

CPNS 2021

Rapid Antigen Gratis bagi Peserta SKD CPNS Lingkup Pemprov Maluku Dimulai 16 September

Rapid antigen gratis bagi peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Provinsi Maluku akan dimulai 16 September.

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/Lukman
MALUKU: Pelaksanaan Rapid Antigen gratis bagi Honorer peserta SKD PPPK di Puskesmas Kota Masohi, Senin (13/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Rapid antigen gratis bagi peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Provinsi Maluku akan dimulai 16 September mendatang.

Peserta bisa mengunjungi Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku untuk mendapatkan antigen gratis.

Hal tersebut diungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Maluku, Jasmono.

"Kita fasilitas layanan rapid antigen gratis untuk membantu peserta," kata Jasmonk kepada TribunAmbon.com, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Peringatan BMKG, Selasa 14 September 2021; Berikut Kabupaten/Kota di Maluku yang Alami Cuaca Ekstrem

Baca juga: BMKG Gelombang Tinggi Selasa, 14 Agustus 2021: Waspada Laut Banda hingga Arafuru Capai 2,5 Meter

Lanjutnya, peserta bisa datang melakukanr rapid antigen gratis sehari sebelum jadwal SKD yang sudah ditentukan.

Layanan gratis tersebut disiapkan untuk 2.374 peserta yang akan mengikuti SKD dalam ruang lingkup Provinsi Maluku.

Dia menjelaskan, jika ada peserta yang hasil antigen reaktif maka harus lebih dulu menjalani isolasi mandiri di rumah atau rumah sakit.

"Kalau reaktif harus jalani Isoman di rumah atau rumah sakit, nanti akan dijadwalkan kembali oleh BKN untuk SKD susulan" tandasnya.

Syarat untuk mengikuti antigen gratis, peserta hanya diharuskan membawa kartu ujian yang sudah dicetak dan kartu tanda penduduk (KTP).

Rapid antigen gratis merupakan langkah pemerintah untuk membantu peserta memenuhi syarat dalam mengikuti SKD CPNS 2021.

Penerapan syarat tersebut juga sebagai upaya pemerintah menerapkan protokol kesehatan ketat dalam proses SKD dan langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Maluku. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved