Breaking News:

Maluku Terkini

Kasus KDRT Kadis di Kepulauan Aru, Dokter: Sang Istri Alami Tekanan Psikologis hingga Gangguan Jiwa

Dokter mengatakan hasil pemeriksaan menunjukan korban, HY yang juga istri kadis mengalami gangguan jiwa sedang akibat kekerasan yang dialami.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
Tanita Pattasina
Sidang Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menjerat Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Kepulauan Aru, Umar Ruly Londjo, kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (31/8/2021) siang. Dalam persidangan yang dipimpin ketua Majelis Hakim, Orpa Marthina, menghadirkan saksi korban yang juga isteri terdakwa, HY. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - David Santoso, Psikiater Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Pemerintah Provinsi dihadirkan sebagai saksi ahli dalam sidang Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menjerat Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Kepulauan Aru, Umar Ruly Londjo.

Dalam persidangan, saksi ahli mengatakan hasil pemeriksaan menunjukan korban, HY yang juga istri kadis mengalami gangguan jiwa sedang akibat kekerasan yang dialami.

“Iya, gangguan jiwa sedang,” kata saksi ahli kepada Majelis Hakim, Orpa Marthina dalam persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (14/9/2021) siang.

Vonis didapatkan saksi usai memeriksa korban yang bercerita terkait masalahnya dengan sang suami pada Oktober 2020.

Lanjutnya, saksi yang telah bekerja selama 20 tahun sebagai psikiater juga mengaku SMS ancaman yang dikirimkan kepada korban juga dapat berdampak pada kesehatan mental korban meski telah lama dikirimkan.

“Bisa berdampak karena kata-kata yang lazim dikatakan laki-laki terhadap perempuan,” tambah saksi.

Termasuk, dapat menganggu rutinitas dan konsentrasi korban dalam bekerja.

“Iya bisa saja berdampak, dengan kata-kata itu bisa saja tidak fokus dipekerjaan karena psikologisnya,” imbuh saksi.

Lanjutnya, kondisi kesehatan mental korban masih tergolong gangguan jiwa sedang dan belum masuk ke taraf berat yang memungkinkan korban berniat mengakhiri hidup.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved