Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Jaksa Masih Susun Dakwaan Tersangka Kasus Korupsi Hartanto Hoetomo

Jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi Maluku masih menyusun surat dakwaan tersangka Hartanto Hoetomo.

Editor: Salama Picalouhata
Kejati Maluku
Tersangka kasus korupsi pembangunan taman kota KKT, Maluku, Hartanto Hoetomo ditahan di Rutan Kelas II A Ambon, Minggu (5/9/2021) pagi. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi Maluku masih menyusun surat dakwaan tersangka Hartanto Hoetomo.

Komisaris PT. Inti Graha Nusantara itu, merupakan tersangka kasus korupsi anggaran proyek pembuatan taman kota dan pelataran parkir pada Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.

"JPU sedang menyusun surat dakwaan dulu," kata Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba kepada TribunAmbon.com, Senin (13/9/2021) sore.

Baca juga: Majelis Hakim Tolak Eksepsi 3 Terdakwa Korupsi Taman Kota KKT–Maluku, Sidang Dilanjutkan

Dia memastikan, dalam minggu ini, berkas dakwaan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Ambon.

Lanjutnya, sejak penangkapan pada 3 September lalu, mantan buronan itu juga telah diperiksa sebagai tersangka pada pekan lalu.

"Pemeriksaan tersangka sudah dilakukan Minggu lalu," tambahnya.

Diberitakan Sebelumnya, Hartanto ditangkap tim Tangkap Buron Kejagung RI bersama tim Kejati Maluku di Jakarta Barat, 3 September lalu.

Tersangka dalam kasus bernilai Rp 4,5 miliar ini jadi buronan lantaran berulangkali mangkir dari panggilan jaksa untuk diperiksa sebagai tersangka.

Hartanto menjadi tersangka bersama tiga terdakwa lainnya yaitu, Kepala Dinas PUPR KKT Andrianus Sihasale, Wilma Fenanlampir selaku PPTK dan Frans Yulianus Pelamonia selaku pengawas.

Dalam proyek pembangunan Taman Kota KKT, Hartanto Hoetomo berperan sebagai kontraktor pekerjaaan pembangunan.

Sementara untuk tiga terdakwa lainnya tengah menjalani persidangan di pengadilan Negeri Ambon.

Ketiganya juga ditahan di Rutan Kelas II Ambon dan Lapas Perempuan.

Proyek Taman Kota di Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu sendiri, menggunakan sumber anggaran dari APBD Kepulauan Tanimbar Tahun Anggaran 2017 senilai Rp 4,5 Miliar.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku, akibat perbuatan para terdakwa dan tersangka, negara mengalami kerugian hingga Rp 1,38 milliar. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved