Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Adik Wagub Maluku Tetap Diadili Tanpa Status Tersangka, Hakim: Tak Berdasarkan Hukum

Namun, Orno tetap diadili dalam kasus korupsi proyek pengadaan empat unit speedboat bersama dua orang lainnya.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
Tanita Pattiasina
Sidang kasus dugaan korupsi proyek pengadaan empat unit Speedboat milik Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (14/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Status tersangka Kepala Dinas Perhubungan Maluku Barat Daya (MBD), Desianus Orno alias Odie telah dibatalkan.

Setelah Pengadilan Negeri Ambon mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan, Senin (30/8/2021) lalu.

Namun, Orno tetap diadili dalam kasus korupsi proyek pengadaan empat unit speedboat bersama dua orang lainnya.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon, Pasti Tarigan memutuskan tetap melanjutkan persidangan perkaranya.

"Mengadili, menyatakan menetapkan sidang atas nama Desianus Orno alias Edie dilanjutkan," kata Tarigan saat putusan sela, Selasa (14/9/2021) siang.

Baca juga: Hasil Sidang Praperadilan; Status Tersangka Mantan Kadishub Maluku Barat Daya, Odi Orno Dibatalkan

Dalam pertimbangannya, Tarigan mengatakan permohonan penasihat hukum tak berdasarkan hukum.

"Permohonan tersebut ditolak karena tidak berdasarkan hukum," sebutnya.

Permohonan penasihat hukum yang dimaksud, mereka keberatan sidang tetap dilanjutkan karena status tersangka Orno dibatalkan.

Usai putusan dibacakan, persidangan ditunda hingga Jumat (17/9/2021) dengan agenda keterangan saksi.

Untuk diketahui, hasil sidang putusan praperadilan memutuskan penetapan tersangka atas Orno tidak sah.

Saat itu, sidang dipimpin Hakim Tunggal Lucky R. Kalalo.

Hakim menyatakan penyidikan kasus dugaan korupsi yang dilakukan ditreskrimsus Polda Maluku terhadap tersangka Desianus Orno tidak sah menurut pasal 109 UU nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acana Pidana (KUHP).

Sebelumnya, adik kandung Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan empat unit speedboat milik Dinas Perhubungan dan Infokom Kabupaten Maluku Barat Daya tahun 2015 senilai Rp 1,5 miliar.

Selain Orno, Rego Kontul sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Margaretha Simatauw sebagai Direktur CV. Tri Putra Fajar juga ditetapkan sebagai tersangka.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved