Breaking News:

Nasional

Epidemiolog Sebut PPKM Diperlukan Selama Pandemi Covid-19 Masih Terjadi

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai, pembatasan kegiatan masyarakat harus terus diterapkan selama virus corona masih menj

Editor: Adjeng Hatalea
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas memeriksa pengendara saat penyekatan pemberlakuan ganjil genap di Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/9/2021). Pemberlakuan ganjil genap ini diterapkan di lima gerbang tol masuk Kota Bandung, yakni gerbang tol Pasteur, Kopo, Pasirkoja, Mohammad Toha, dan Buahbatu, berlaku hanya saat akhir pekan saja, yakni Jumat, Sabtu dan Minggu dari pukul 06.00 - 21.00 WIB. Penerapan ganjil genap bertujuan untuk mengontrol mobilitas di Kota Bandung yang saat ini berstatus PPKM level 3. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai, pembatasan kegiatan masyarakat harus terus diterapkan selama virus corona masih menjadi pandemi.

Oleh karenanya, ia mendorong pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 lantaran kebijakan itu dinilai mampu menekan laju penularan virus. "Jadi selama masa pandemi akan terus kita perlukan PPKM berlevel ini," kata Dicky kepada Kompas.com, Senin (13/9/2021).

Kendati demikian, Dicky juga meminta pemerintah memberi penjelasan komprehensif ke publik alasan PPKM terus-menerus diperpanjang.

Masyarakat harus memahami pentingnya pembatasan di masa pandemi. 

Penjelasan yang diperluhkan mengenai mobilitas masyarakat bisa berdampak pada pemburukan situasi karena berisiko meningkatkan penularan virus, sehingga diperlukan adanya pembatasan.

Selama pembatasan dilakukan masyarakat tetap bisa beraktivitas, hanya saja disesuaikan dengan protokol kesehatan pencegahan virus.

"Jadi ini seperti berlalu lintas, ada polisi, ada rambu-rambu lalu lintas, supaya tidak ada kecelakaan, supaya tertib ini PPKM seperti ini," ujar Dicky.

Meski menganggap bahwa PPKM efektif menekan penularan virus corona, Dicky mengatakan, masih terdapat sejumlah catatan soal perkembangan situasi pandemi.

Misalnya, jumlah tes Covid-19 yang masih sangat rendah di berbagai daerah. Belum lagi persentase kematian pasien virus corona yang masih bedada di atas rata-rata dunia, bahkan tertinggi di antara negara-negara ASEAN.

"Kalau bicara kematian pasien itu menunjukkan ini situasinya parah serius. Jangankan banyak, satu kematian saja sudah serius," ucap Dicky.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved