Breaking News:

Ambon Hari Ini

Pertamina Harap Pendemo di Ambon Pahami Alasan Pengapusan BBM Premium

Ia menerangkan, alasan pemerintah pusat menghapus BBM premium ini karena kandungan oktan tinggi yakni 88.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Lukman
Aktivitas pengisian BBM di SPBU Kota Masohi, Maluku Tengah 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Papua Maluku – PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading, Edi Mangun berharap mahasiswa maupun warga memahami alasan dibalik penghapusan BBM Premium.

"Untuk mahasiswa saya harap mereka sebagai penerus generasi kedepan yang akan meneruskan generasi yang ada baik di pemerintahan, politik dan lainnya bisa lebih melihat alasan kenapa kita mengalihkan BBM premium dengan menghadirkan BBM yang sehat," kata Edi Mangun saat dihubungi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Jumat (10/9/2021) sore.

Ia menerangkan, alasan pemerintah pusat menghapus BBM premium ini karena kandungan oktan tinggi yakni 88.

Sementara, untuk BBM yang sehat itu mengandung oktan tinggi diatas 90.

Pasalnya, kandungan oktan yang rendah dapat berdampak buruk baik terhadap mesin kendaraan, lingkungan dan kesehatan.

Baca juga: Ini Titik Pemadaman Listrik Selama 5 Jam di Pulau Buru - Maluku

Baca juga: Robby Sapulette Imbau Pengguna Jasa Angkot untuk Lapor Jika Ada Pumungutan Biaya Barang

"Dengan oktan 90 ke atas itu jauh lebih baik dibanding oktan 88. Jadi bagi kami bahwa kebijakan yang diambil selama ini masyarakat hidup dengan BBM Premium yang disubsidi oleh negara dengan oktan yang rendah itu kan seperti yang kita tahu bahwa memberikan dampak yang buruk baik terhadap mesin maupun bagi lingkungan termasuk kesehatan manusia," jelasnya.

Penggunaan BBM oktan tinggi akan lebih ramah lingkungan termasuk kesehatan, apalagi ditengah pandemi Covid-19 yang kerap menyerang sstem pernapasan.

"Seiring ini kan kita tahu dengan masa pandemi dalam dua tahun ini yang diserang oleh virus itu adalah paru-paru. Artinya bahwa dengan tidak adanya pembuangan gas atau emisi karbon dimasa pandemi ini akan sangat membantu kita agar memiliki ketahanan fisik yang baik terutama mulai dari hidung sampai paru-paru," tuturnya.

"Karena dengan kondisi pandemi ini kita butuh ketahanan fisik manusia dan jangan kita racuni lagi dengan BBM yang menghasilkan emisi yang dibuang ke udara bebas dan dihirup oleh manusia," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon telah memfasilitasi pertemuan masa aksi demo tolak kenaikan tarif angkot dengan pemerintah kota dan Pertamina.

Demo tersebut juga mempertanyakan kebijakan penghapusan bahan bakar minyak (BBM) premium serta naiknya harga pertalite khusus (PLK). (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved