Breaking News:

Maluku Terkini

Edi Mangun Pastikan Ditengah Pandemi Warga Butuh BBM Sehat

BBM yang sehat jelasnya adalah yang beroktan tinggin diatas 90, sementara premium hanya beroktan 88.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Adjeng Hatalea
Salah satu unit layanan Pertashop di kawasan Pantai Natsepa, Suli, Salahutu, Maluku Tengah, Rabu (10/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Ditengah pandemi Covid-19, masyarakat butuh bahan bakar minyak (BBM) yang sehat, yakni BBM beroktan tinggi.

Hal itu diungkapkan Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Papua Maluku – PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading, Edi Mangun menyikapi kebijakan penghapusan BBM Premium.

"Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, yang diserang oleh virus itu adalah paru-paru sehingga masyarakat harus membutuhkan BBM yang sehat," kata Edi Mangun saat dihubungi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Jumat (10/9/2021) siang.

BBM yang sehat jelasnya adalah yang beroktan tinggin diatas 90, sementara premium hanya beroktan 88.

BBM dengan oktan tinggi dalam pembakaran akan terkonversi dengan baik menjadi tenaga sehingga tidak ada lagi emisi yang kemudian disisakan dan dibuang lewat knalpot.

"Seiring ini kan kita tahu dengan masa pandemi dalam dua tahun ini yang diserang oleh virus itu adalah paru-paru.

Kita berharap agar masyarakat mengerti alasan didorongnya penggunaan BBM dengan oktan tinggi.

Baca juga: Pertamina Harap Pendemo di Ambon Pahami Alasan Pengapusan BBM Premium

Baca juga: Mati Mesin di Tanjung Alang, KMP Egron Berhasil Dievakuasi ke Pelabuhan Galala – Kota Ambon

“Soal mesin, coba tanya ke dealer-dealer mereka juga bilang dengan oktan tinggi lebih bagus untuk mesin," tuturnya.

Namun, jika menggunakan BBM dengan oktan 88 yang lebih rendah seperti BBM premium, dapat memberikan dampak buruk baik terhadap mesin maupun bagi lingkungan termasuk kesehatan manusia.

"Jadi bagi kami itu bahwa kebijakan yang diambil selama ini masyarakat hidup dengan BBM Premium yang disubsidi oleh negara dengan oktan yang rendah itu kan seperti yang kita tahu bahwa memberikan dampak yang buruk," tandas Edi. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved