Breaking News:

Maluku Terkini

Penumpang Kapal Masih Dibatasi, Pengusaha Travel Mengeluh, Pendapatan Turun 25 Persen

Penurunan tersebut seiring dengan menurunnya jumlah penumpang dampak pemberlakuan pembatasan kapasitas muat penumpang.

Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Dedy Azis
Agen Tiket di kawasan Jl Yos Sudarso sepi pengunjung, Kamis (9/9/2021) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com Rsman Serang

AMBON TRIBUNAMBON.COM – Pengusaha travel keluhkan menurunnya pendapatan selama masa pandemi Covid-19 yang mencapai 25 persen dari kondisi normal.

Penurunan tersebut seiring dengan menurunnya jumlah penumpang dampak pemberlakuan pembatasan kapasitas muat penumpang.

“Sebelum PPKM itu Kapal laut berlayar sangat lancar, sedangkan di masa PPKM ini hanya tiga kapal yang berlayar,” ujar salah seorang  pengelola travel, Jesan (28) di kawasan Jl AM Sngadji, Kota Ambon, Kamis (9/9/2021) siang.

Pantauan TribunAmbon.com, sejumlah travel di kawasan depan Pelabuhan itu tampak tutup, sementara travel yang masih beroperasi terlihat sepi.

Serupa dengan itu, para buruh angkut barang juga mengeluhkan hal yang sama, mereka mengaku pendapatan mereka turun drastis.

Baca juga: Angin Berkecepatan 30 Knot Ancam Aktivitas Pelayaran di Maluku

Baca juga: DPRD Minta Warga Ambon Rutin Bayar Retribusi Sampah

Bahkan tidak jarang dari mereka yang pulang tanpa membawa hasil.

“Makin sepi, kadang juga sama sekali tidak dapat penumpang,” kata Edo, salah seorang buruh angkut.

Dia pun hanya bisa berharap pandemi bisa segera berakhir agar tingkat penumpang kembali normal.

“Semoga cepat berakhir,” cetusnya.

Diketahui, pemerintah Kota Ambon memperpanjang kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro level III.

Tingkat kesembuhan Covid-19 juga semakin tinggi dengan tingkat kasus yang terus menurun membawa kota berjuluk mansie ini masuk zona kuning. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved